Sesosok Mayat Pemuda Gantung Diri Dipohon Langsat

oleh

Indonesiaexpres ,Tamiang Layang -Seorang Warga Desa Lampiong Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah digegerkan ditemukan sesosok mayat pemuda tergantung dipohon Langsat, Sabtu ( 01/07/2020 )

Kapolres Barito Timur AKBP Hafidh Sosilo Herlambang SIK melalui Kapolsek Pematang Karau Ipda Rochman Hakim mengatakan bahwa TKP penemuan mayat yang sudah meninggal dengan posisi tergantung tersebut TKPnya di Desa Lampiong RT 02.

“Iya benar ada pemuda tergantung dengan seutas tali. Korban bernama Wangun bin Supriadi  (20) warga Desa Danau Masura Kecamatan  Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan,” ucap Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, pada hari sabtu tanggal 01 Agustus 2020 sekira pukul 08.15 SPKT Polsek Pematang Karau menerima informasi warga tentang sesosok mayat gantung diri didesa Lampeong Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito timur.

Setelah mendapat informasi tersebut, personel Polsek pematang karau langsung mendatangi TKP yang berada di Desa lampeong RT 2 dan menemukan korban kondisi korban dalam keadaan tergantung di Pohon langsat dibelakang rumah Harno.

“Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Pematang Karau selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum,”terangnya.

Kapolsek menambahkan, dari hasil olah TKP tidak ditemukan identitas korban serta menurut keterangan warga yang bukan warga lampeong.

“Namun setelah dilakukan  penyelidikan lebih lanjut diketahui bahwa korban adalah saudara Wangun bin Supriadi (20) warga  Desa Danau Masura Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan yang merupakan pacar dari saudari  Nova Apreliani (21) yang merupakan anak dari Harno,” jelas Kapolsek.

Ditambahkanya lagi, dugaan sementara Berdasarkan Hasil visum tidak ditemukan tanda kekerasan.

“Namun isi chat/percakapan  WA dari HP milik korban. Korban melakukan gantung  diri karena korban kecewa dengan saudari  Nova Apriliani yang tidak memperbolehkan  untuk  ikut tinggal dirumah saudari Nova  karena korban sedang ada  masaah lain  yang dihadapi sehingga tidak berani pulang kerumah,” tutur Kapolsek.

Adapun alasan saudari Nova Apriliani tidak mengijinkan korban tinggal dirumahnya karena sdri. Nova yang saat ini memiliki 1 anak dan telah berpisah dengan suami namun belum resmi berstatus JANDA karena  belum ada surat keputusan.

“Diduga korban kecewa dengan pacarnya, sehingga nekat melakukan tindakan tersebut,” pungkasnya( Rahmadi )

Humas Polres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.