UAV Mata-mata dan Tank Harimau Hitam, Hasil Kerjasama Pertahanan Indonesia-Turki

oleh -

JAKARTA –

Secara pelan-pelan terus berupaya mencukupi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara mandiri.

Walau saat ini sebagian alutsista TNI masih membeli dari negara luar, namun secara perlahan industri pertahanan dalam negeri mulai sedikit demi sedikit menuju arah berdikari.

Mengutip Antara, salah satu wujud upaya kemandirian alutsista ini saat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berkunjung ke Turki

Selama berada di Turki, Prabowo melakukan pertemuan dengan Ketua Presidensi Industri Pertahanan (SSB) Turki Ismail Demir.

“Kunjungan ini adalah untuk menindaklanjuti kunjungan beliau sebelumnya. Tidak ada hal baru,” ujar Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal melalui pesan singkat, pada Jumat, dikutip dari Antara.

10 Tahun terakhir ini hubungan Turki-Indonesia dalam hal pertahanan sangat baik.

Bersama pabrikan senjata asal Turki, FNSS, PT.Pindad segera memproduksi tank kelas medium Harimau Hitam/Kaplan.

“Tank tersebut merupakan hasil pengembangan bersama kedua perusahaan selama bertahun-tahun,” kata Iqbal.

Ismail Demir dalam unggahan di akun Twitternya menulis jika dirinya saat bertemu Prabowo dengan pembahasan “bertukar pandangan tentang kerja sama dan masalah ekspor di berbagai bidang, terutama pesawat tanpa awak, kendaraan laut dan darat”.

Lawatan Prabowo Turki juga berkunjung ke Kemeterian Pertanian dan Kehutanan Turki untuk mencari pandangan mengenai instruksi Presiden Jokowi yang menunjuk Prabowo sebagai pimpinan proyek lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah.

Ard/Tim


Share This :