Seorang atlet balap profesional seringkali identik dengan performa fisik yang prima dan keberanian di lintasan. Namun, di luar sorotan lampu dan deru mesin, Amna Al Qubaisi, pembalap wanita pertama yang menorehkan sejarah di Porsche Carrera Cup Asia (PCCA) kategori pro pada 2026, memiliki rutinitas yang tak kalah intens untuk menjaga kesehatan dan penampilannya. Perjuangan Amna di dunia balap yang didominasi pria bukan hanya tentang kecepatan di sirkuit, tetapi juga tentang disiplin diri yang ketat dalam merawat tubuh dan pikiran, yang ia anggap sebagai investasi jangka panjang.
Bagi Amna, pondasi utama untuk menjaga performa optimal di lingkungan yang ekstrem seperti lintasan balap dimulai dari apa yang ia konsumsi. Ia menekankan pentingnya pola makan sehat sebagai prioritas utama. Amna tidak terpaku pada pembatasan kalori yang ketat, melainkan lebih fokus pada kualitas asupan nutrisinya. Ia secara konsisten memilih makanan organik yang bernutrisi tinggi dan memastikan tubuhnya terhidrasi dengan baik melalui konsumsi air putih yang cukup. Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah kunci, dan ia juga menegaskan bahwa menjaga gaya hidup aktif secara fisik merupakan elemen krusial yang tidak boleh terlewatkan.
Lebih jauh lagi, daya tahan tubuh Amna yang prima merupakan hasil dari program latihan fisik yang intens. Ia menyadari bahwa sebagai seorang atlet, tubuhnya harus mampu menanggung beban fisik yang luar biasa selama balapan. Oleh karena itu, ia mendedikasikan waktu dua jam setiap harinya untuk latihan kebugaran. Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot dan stamina, tetapi juga untuk mempersiapkan mentalnya menghadapi tantangan di lintasan. Kesiapan fisik dan ketahanan adalah dua pilar penting yang menopang performanya di setiap kompetisi.
Selain latihan fisik dan nutrisi, Amna Al Qubaisi juga sangat memperhatikan pentingnya istirahat yang berkualitas. Dalam kesibukan jadwalnya sebagai seorang atlet global, ia memahami bahwa pemulihan yang optimal adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah kemenangan. Ia mengakui bahwa jika ia tidak mampu mendapatkan tidur delapan jam penuh, ia akan berusaha keras untuk menyisihkan waktu di sela-sela aktivitasnya untuk tidur siang. Tujuannya adalah untuk menutupi kekurangan jam tidur tersebut dan memastikan tubuhnya mendapatkan istirahat yang cukup untuk memulihkan diri.
Perjalanan di lintasan balap seringkali penuh dengan adrenalin dan tekanan. Setelah akhir pekan yang intens dan melelahkan di sirkuit, Amna memiliki ritual perawatan diri yang khusus untuk mengembalikan kesegaran pada kulit dan pikirannya. Ia menyebutkan bahwa momen self-care favoritnya adalah ketika ia bisa duduk santai, menyalakan musik yang menenangkan, dan mengaplikasikan masker wajah. Ia membiarkan masker tersebut bekerja selama kurang lebih 15 menit, kemudian membilasnya. Pengalaman ini memberikan sensasi kesegaran yang luar biasa dan menjadi cara ampuh baginya untuk meredakan ketegangan serta bersantai setelah melewati pekan balap yang penuh tantangan. Ritual sederhana ini membantunya untuk kembali menata diri dan mempersiapkan diri untuk kompetisi selanjutnya.
Amna Al Qubaisi, yang lahir pada 28 Maret 2000, bukanlah sosok yang baru dalam dunia balap. Ia merupakan putri dari Khaled Al Qubaisi, seorang pembalap ketahanan legendaris. Bakat dan kecintaannya pada dunia otomotif sudah terlihat sejak usia muda, terbukti dengan dimulainya karir balapnya sendiri sejak ia berusia 14 tahun. Perjalanannya di PCCA bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah inspirasi bagi banyak wanita yang ingin berkarier di bidang yang secara tradisional didominasi oleh pria. Ia membuktikan bahwa dengan dedikasi, disiplin, dan perawatan diri yang tepat, seorang wanita bisa bersaing dan bahkan mendominasi di level tertinggi olahraga motor.
Rutinitas Amna Al Qubaisi ini menjadi bukti bahwa kesuksesan di dunia profesional, terutama di olahraga yang menuntut fisik seperti balap, memerlukan pendekatan holistik. Kesehatan dan kecantikan bukanlah sekadar penampilan luar, melainkan cerminan dari pola hidup yang teratur, nutrisi yang seimbang, latihan yang konsisten, dan perhatian terhadap pemulihan diri. Melalui disiplin ketatnya, Amna tidak hanya menjaga performanya di lintasan balap, tetapi juga membangun fondasi kesehatan jangka panjang yang memungkinkannya untuk terus berprestasi dan menginspirasi generasi mendatang. Ia adalah perpaduan sempurna antara kekuatan fisik seorang atlet dan keanggunan seorang wanita yang sadar akan pentingnya merawat diri, baik di dalam maupun di luar kokpit mobil balapnya.






