Pada Kamis, 21 Mei 2026, Boja Farm di kawasan Gunung Salak, Bogor, menjadi tuan rumah bagi sebuah perhelatan penting. Chief Executive Officer (CEO) Astra UD Trucks, Bambang Widjanarko, hadir di tengah hamparan pertanian organik tersebut untuk menggarisbawahi dedikasi perusahaan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan. Kunjungan ini bukan sekadar simbolis, melainkan penegasan nyata dari komitmen Astra UD Trucks dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan komunitas lokal, sebagaimana dilaporkan oleh Suara.
Bambang Widjanarko, yang sebelumnya memegang kendali sebagai Chief Operating Officer sebelum akhirnya memimpin Astra UD Trucks, menguraikan langkah-langkah konkret yang diambil perusahaan. Salah satu pilar utama adalah peluncuran produk yang telah memenuhi standar emisi ramah lingkungan Euro 5. Langkah ini sejalan dengan dukungan penuh Astra UD Trucks terhadap program biodiesel B50 yang dicanangkan oleh pemerintah. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini mencakup pengenalan kendaraan yang tidak hanya efisien namun juga meminimalkan dampak negatif terhadap kualitas udara.
"Kami sangat antusias untuk memperkenalkan produk-produk yang dirancang dengan standar emisi Euro 5, yang tentunya lebih ramah lingkungan. Selain itu, kami juga memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah terkait penggunaan biodiesel B50," ungkap Bambang Widjanarko, merujuk pada kebijakan bahan bakar nabati yang dijadwalkan berlaku mulai Juli mendatang. Pernyataan ini menunjukkan keselarasan antara visi perusahaan dengan agenda nasional dalam transisi energi yang lebih hijau.
Lebih lanjut, Astra UD Trucks tidak ragu untuk menguji coba teknologi terbaru mereka. Truk andalan perusahaan, Quester, yang telah dilengkapi dengan teknologi Euro 4, turut dilibatkan dalam program uji coba penggunaan bahan bakar B50. Pengujian ekstensif ini telah membuktikan keandalan truk Quester dalam mengonsumsi campuran biodiesel tersebut. Bambang Widjanarko membagikan hasil positif dari pengujian tersebut, di mana truk telah menempuh jarak hingga 50.000 kilometer tanpa mengalami kendala berarti.
"Hasil uji coba kami sangat memuaskan. Setelah menempuh jarak 50.000 kilometer, kami tidak menemukan adanya penyumbatan pada sistem bahan bakar. Komponen injektor dan filter juga dilaporkan dalam kondisi prima," ujar Bambang Widjanarko, memberikan jaminan atas performa dan ketahanan produk mereka dalam menghadapi teknologi bahan bakar baru. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Astra UD Trucks untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan industri otomotif yang semakin sadar lingkungan.
Boja Farm sendiri bukanlah tempat yang asing bagi program pemberdayaan masyarakat Astra. Kawasan pertanian organik terintegrasi ini telah menjadi bagian dari inisiatif Desa Sejahtera Astra sejak tahun 2022. Keunikan Boja Farm terletak pada pendekatannya yang holistik, memadukan praktik budidaya organik dengan strategi hilirisasi produk yang inovatif. Selain itu, Boja Farm juga merangkul potensi ekowisata melalui berbagai kegiatan seperti farmstay, glamping, dan farm tour, yang secara keseluruhan bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat dengan memanfaatkan ekosistem yang ada.
Pengembangan pertanian organik di Boja Farm digagas dan dipimpin oleh John Tumiwa, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Mitra Organik. Bersama dengan warga sekitar, John Tumiwa telah berhasil menjadikan Boja Farm sebagai salah satu percontohan pertanian organik yang diakui secara internasional. Kredibilitas Boja Farm semakin kokoh dengan adanya sertifikasi internasional yang diperoleh, termasuk USDA untuk pasar Amerika Serikat, EU untuk pasar Eropa, dan JAS untuk pasar Jepang. Sertifikasi ini membuka pintu bagi Boja Farm untuk menembus pasar global dan memulai ekspor hasil perkebunannya sejak tahun 2023.
"Sektor agrowisata tidak bisa hanya mengandalkan sektor wisatanya saja," tegas John Tumiwa, menggarisbawahi pentingnya diversifikasi dan inovasi dalam pengelolaan pariwisata berbasis pertanian. Pernyataan ini mencerminkan strategi Boja Farm yang tidak hanya fokus pada produksi hasil pertanian, tetapi juga pada pengembangan potensi wisata dan pemberdayaan masyarakat secara komprehensif.
Melalui payung program Desa Sejahtera Astra, Boja Farm juga merancang berbagai agenda sosial yang bersifat berkelanjutan bagi komunitas di sekitarnya. Tahap awal akan difokuskan pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Kemudian, pada tahun 2027, program akan merambah ke sektor pendidikan, dengan tujuan mempersiapkan lulusan SMA di wilayah tersebut agar siap memasuki dunia kerja.
"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak muda di sekitar kami memiliki bekal yang memadai untuk siap bersaing di dunia profesional setelah lulus dari sekolah menengah," terang John Tumiwa mengenai visi pendidikan yang ingin dicapai.
Langkah strategis ini akan dilanjutkan dengan peluncuran program pelestarian lingkungan pada tahun 2029. Rencana jangka panjang ini sejalan dengan tiga pilar utama pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh Astra Group, yakni kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup. Dengan demikian, Astra UD Trucks dan Boja Farm menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis tidak terlepas dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang kuat, menciptakan sinergi positif untuk masa depan yang lebih baik.






