Klub raksasa asal London Utara, Arsenal, akhirnya berhasil memutus rentetan kekeringan gelar Liga Primer Inggris yang telah membentang selama 22 tahun. Kesuksesan bersejarah ini diraih pada musim 2025/2026, mengakhiri penantian panjang para penggemar setia The Gunners yang telah menyaksikan tim kesayangan mereka terakhir kali mengangkat trofi juara pada era tak terkalahkan tahun 2004 di bawah komando legendaris Arsene Wenger.
Kepastian gelar juara ini datang setelah rival terdekat mereka, Manchester City, gagal meraih kemenangan saat bertandang ke markas Bournemouth. Pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 1-1 pada Rabu dini hari (20/5) waktu setempat, secara matematis memastikan bahwa Arsenal tidak dapat lagi terkejar di puncak klasemen. Dengan raihan 82 poin dari 37 pertandingan yang telah dilakoni, Arsenal kini kokoh di posisi teratas, sementara Manchester City tertahan di peringkat kedua dengan selisih poin yang tidak mungkin lagi terkejar, meski masih menyisakan satu laga.
Pencapaian ini memiliki makna ganda yang mendalam bagi manajer Mikel Arteta. Gelar Liga Primer ini menjadi trofi domestik pertamanya sejak mengambil alih kemudi Arsenal pada Desember 2019. Perjalanan Arteta menuju kesuksesan ini terbilang emosional, mengingat latar belakangnya yang pernah menjadi asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City, klub yang ia kalahkan dalam perburuan gelar musim ini. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari situs resmi Arsenal, Arteta mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Manchester City dan Pep Guardiola atas peran penting mereka dalam perkembangannya sebagai seorang pelatih. Ia juga mengakui bahwa persaingan yang ketat dengan tim-tim lain di liga telah mendorongnya dan para pemainnya untuk terus berjuang.
"Mereka (Man City) dan Pep telah menjadi bagian besar dari perjalanan ini," ujar Arteta, "Pertama-tama, karena saya memulai karier kepelatihan bersamanya, dan kemudian karena, bukan hanya Pep dan Man City, tetapi juga lawan-lawan lain di liga dan semua kolega yang kami miliki di liga." Ia menambahkan bahwa meskipun beberapa musim terakhir mereka sangat dekat dengan gelar, kali ini, berkat kerja keras dan ketekunan, mereka akhirnya berhasil memenangkannya.
Lebih dari sekadar kemenangan, raihan gelar ini juga merupakan bentuk validasi atas kepercayaan penuh yang diberikan oleh jajaran manajemen klub kepada Mikel Arteta. Karier kepelatihannya di London Utara sempat berada di bawah tekanan berat. Pada musim 2020/2021, performa tim sempat merosot drastis hingga menempatkan Arsenal di peringkat ke-15 klasemen pada periode November-Desember 2020, sebuah situasi yang membuat masa depannya di klub menjadi tanda tanya besar. Namun, manajemen memilih untuk tetap mempertahankan Arteta, sebuah keputusan yang kini terbukti tepat dan berbuah manis.
Gelar Liga Primer ini berpotensi menjadi bagian dari rentetan prestasi gemilang Arsenal di kancah Eropa musim ini. Klub berjuluk The Gunners ini dijadwalkan akan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) dalam partai puncak Liga Champions yang prestisius. Pertandingan final tersebut rencananya akan digelar pada tanggal 30 Mei 2026 di Puskas Arena, Budapest, Hungaria. Laga penentu ini diprediksi akan berlangsung sangat sengit, mengingat Arsenal memiliki rekor impresif di sepanjang kompetisi Eropa musim ini. Dari 14 pertandingan yang telah dilakoni, anak asuh Arteta belum pernah tersentuh kekalahan. Mereka berhasil mencatatkan 11 kemenangan dan 3 hasil imbang, dengan catatan produktivitas 29 gol dan hanya kebobolan 6 gol.
Fabian Ruiz, salah satu pemain Arsenal, menyampaikan kegembiraannya atas pencapaian ini dan optimisme menyambut final Liga Champions. Ia menyatakan bahwa kembali berlaga di final Liga Champions merupakan sebuah kebahagiaan besar. Ruiz menyadari betapa sulitnya memenangkan trofi bergengsi ini dan mengakui bahwa mereka akan berhadapan dengan tim yang kuat, yang baru saja menjuarai Liga Primer. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa timnya memiliki antusiasme yang luar biasa dan merasa siap untuk menghadapi momen krusial tersebut.
Dominasi klub-klub Inggris di kompetisi antarklub Eropa musim ini memang sangat terasa. Selain Arsenal yang meraih gelar Liga Primer dan berpeluang menjuarai Liga Champions, dua klub Inggris lainnya juga telah mengukir prestasi membanggakan. Aston Villa lebih dulu mengamankan gelar Europa League setelah berhasil mengalahkan Freiburg dalam pertandingan final yang digelar di Besiktas Park, Istanbul, Turki, pada Kamis dini hari (21/5/2026). Sementara itu, Crystal Palace juga bersiap untuk memperebutkan gelar juara di pentas UEFA Conference League. The Eagles akan menghadapi Rayo Vallecano dalam partai puncak yang dijadwalkan berlangsung di Red Bull Arena, Leipzig, pada Kamis dini hari (28/5/2026). Kebangkitan dan dominasi tim-tim Inggris di kancah Eropa ini menunjukkan kekuatan dan kedalaman sepak bola Inggris di level tertinggi.






