Perjalanan Sergio Conceicao sebagai nahkoda Al Ittihad telah menemui titik penghabisan. Kesepakatan bersama telah tercapai antara pelatih asal Portugal tersebut dengan manajemen klub asal Arab Saudi itu untuk mengakhiri masa bakti yang seharusnya masih berjalan. Keputusan ini diambil menyusul performa tim yang dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi, terutama dalam perburuan gelar juara Liga Arab Saudi musim 2025/2026.
Musim kompetisi 2025/2026 menjadi saksi bisu atas ketidakmampuan Al Ittihad untuk mengamankan trofi juara. Prestasi yang diraih tim kebanggaan kota Jeddah ini jauh dari kata memuaskan, bahkan harus rela melihat rival abadi mereka, Al Nassr, yang keluar sebagai kampiun. Kekalahan dalam persaingan ketat perebutan mahkota juara menjadi pukulan telak bagi ambisi Al Ittihad, yang pada akhirnya berujung pada pemutusan hubungan kerja dengan pelatih kepala mereka.
Dilansir dari berbagai sumber terpercaya, termasuk laporan dari media Portugal, A Bola, keputusan untuk mengakhiri kerja sama ini diambil meskipun kontrak Sergio Conceicao dengan Al Ittihad sejatinya masih menyisakan satu tahun ke depan. Keputusan ini menunjukkan betapa seriusnya manajemen klub dalam mengevaluasi performa tim dan mencari solusi terbaik demi masa depan klub.
Sergio Conceicao sendiri baru didaulat untuk memimpin skuad Al Ittihad pada bulan Oktober tahun 2025. Ia didatangkan untuk mengisi kursi kepelatihan yang sebelumnya kosong setelah kepergian Laurent Blanc. Kedatangannya kala itu diharapkan mampu membawa angin segar dan mentransformasi Al Ittihad menjadi kekuatan dominan di kancah sepak bola Arab Saudi. Namun, harapan tersebut tampaknya belum terwujud sepenuhnya.
Perjalanan Al Ittihad di bawah asuhan Conceicao selama musim 2025/2026 memang menunjukkan grafik yang kurang memuaskan. Meskipun memiliki materi pemain yang tidak bisa dianggap remeh, performa tim secara keseluruhan dinilai belum mampu mencapai standar yang ditetapkan oleh manajemen. Taktik dan strategi yang diterapkan Conceicao belum sepenuhnya mampu mengeluarkan potensi terbaik para pemainnya.
Hal ini tercermin jelas dari posisi akhir Al Ittihad di klasemen Liga Arab Saudi. Tim ini hanya mampu menempati posisi kelima dengan raihan 55 poin. Jarak yang cukup lebar, yakni 31 poin, memisahkan mereka dari Al Nassr yang berhasil keluar sebagai juara liga. Perbedaan poin yang signifikan ini menjadi indikasi kuat bahwa Al Ittihad tertinggal jauh dalam persaingan memperebutkan gelar juara. Kegagalan dalam meraih poin penuh secara konsisten di pertandingan-pertandingan krusial menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan mereka terlempar dari persaingan papan atas.
Pencapaian musim ini tentu saja tidak sesuai dengan harapan dan target yang telah dicanangkan oleh Al Ittihad. Sebagai salah satu klub besar di Arab Saudi dengan sejarah panjang dan basis penggemar yang militan, Al Ittihad selalu berambisi untuk bersaing di level tertinggi. Kegagalan ini tidak hanya menjadi kekecewaan bagi manajemen dan staf pelatih, tetapi juga bagi seluruh elemen tim, termasuk para pemain dan para suporter setia.
Dampak dari kegagalan ini terasa begitu besar, mendorong manajemen untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap segala aspek yang berkaitan dengan tim. Dari sektor teknis hingga manajemen, semua pihak diharapkan dapat belajar dari kesalahan yang terjadi agar tidak terulang di masa mendatang. Keputusan pemutusan kontrak dengan pelatih adalah salah satu langkah konkret yang diambil sebagai bagian dari proses perbaikan tersebut.
Kini, Al Ittihad dihadapkan pada tantangan besar untuk mencari sosok pelatih baru yang mampu membawa tim bangkit dari keterpurukan. Pencarian ini tentu akan dilakukan dengan sangat cermat, mengingat pentingnya peran seorang pelatih dalam membentuk identitas tim dan merumuskan strategi untuk meraih kesuksesan. Seleksi calon pelatih baru akan mempertimbangkan rekam jejak, filosofi kepelatihan, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan kultur sepak bola Arab Saudi.
Bagi Sergio Conceicao, perpisahan ini menandai akhir dari babak perjalanannya di Al Ittihad. Meskipun demikian, pengalaman yang didapat selama menukangi tim tersebut kemungkinan akan menjadi pelajaran berharga bagi karier kepelatihannya di masa depan. Mantan arsitek FC Porto dan AC Milan ini memiliki reputasi sebagai pelatih yang memiliki karakter kuat dan taktik yang solid. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa ia akan segera mendapatkan tawaran dari klub lain yang tertarik dengan keahliannya.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, kemana langkah Sergio Conceicao selanjutnya? Dunia sepak bola selalu dinamis, dan dengan kemampuan yang dimilikinya, Conceicao tentu akan tetap menjadi sosok yang diminati. Apakah ia akan kembali ke Eropa, atau justru mencari tantangan baru di liga lain? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Sementara itu, Al Ittihad harus segera bangkit dan fokus pada pembangunan kembali kekuatan tim. Musim depan akan menjadi ujian berat bagi mereka untuk membuktikan bahwa kegagalan musim ini hanyalah sebuah episode yang harus dilalui demi meraih kejayaan di masa depan. Perubahan dalam jajaran kepelatihan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk melakukan perombakan yang lebih luas, mulai dari skuad pemain hingga struktur organisasi klub.
Liga Arab Saudi sendiri semakin menunjukkan geliatnya dengan semakin meningkatnya kualitas kompetisi dan kehadiran pemain-pemain bintang dari berbagai penjuru dunia. Persaingan yang semakin ketat menuntut setiap klub untuk terus berinovasi dan berbenah diri. Al Ittihad, dengan segala potensi yang dimilikinya, harus mampu beradaptasi dengan dinamika ini agar tidak semakin tertinggal dari para pesaingnya.
Keputusan untuk berpisah dengan Sergio Conceicao, meskipun mungkin terasa berat, merupakan bukti bahwa Al Ittihad tidak ragu untuk mengambil langkah tegas demi kebaikan klub. Evaluasi mendalam dan tindakan korektif yang cepat adalah kunci untuk memastikan bahwa klub dapat kembali ke jalur persaingan yang sehat dan meraih kembali kejayaan yang telah lama dirindukan oleh para pendukungnya. Perubahan ini diharapkan membawa energi baru dan semangat juang yang lebih tinggi bagi Al Ittihad di musim-musim mendatang.






