Luka Degradasi: Direksi Persis Solo Akui Kegagalan, Janji Bangkit Lebih Kuat

Bung Towel

Jakarta – Kepastian terdegradasinya Persis Solo dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026 memicu reaksi mendalam dari jajaran direksi klub. Ginda Ferachtriawan, Direktur Persis Solo, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh elemen pendukung tim berjuluk Laskar Sambernyawa. Pengakuan ini datang sebagai respons atas rasa kecewa yang melanda para penggemar, yang dianggapnya sebagai cerminan langsung dari kegagalan tim dalam memenuhi harapan dan menjaga marwah kebanggaan kota Solo.

Dalam pernyataannya yang dilansir dari kanal resmi klub, Ginda tidak meminta para suporter untuk mengubur rasa sakit akibat hasil yang mengecewakan ini. Sebaliknya, ia mengajak mereka untuk menyimpan duka tersebut dan menjadikannya sebagai sumber energi kolektif untuk perjalanan kembali ke pentas tertinggi. Ginda menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meragukan tingkat loyalitas dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para suporter kepada Persis Solo. Ia melihat momen sulit ini justru sebagai peluang emas untuk mempererat kembali tali persaudaraan dan komitmen antar seluruh pihak yang mencintai klub.

Sang Direktur mengambil tanggung jawab penuh atas situasi yang menimpa timnya. Ia melaporkan seluruh dinamika yang terjadi kepada para pemilik klub dan memberikan jaminan bahwa setiap kontribusi dan dukungan yang telah diberikan oleh para suporter tidak akan pernah sia-sia. Ginda Ferachtriawan memberikan kepastian bahwa Persis Solo akan segera melakukan introspeksi mendalam dan melakukan perbaikan fundamental pada pondasi tim yang dinilai rapuh. Ia mengakui bahwa upaya yang dibutuhkan untuk bangkit akan berlipat ganda dibandingkan dengan perjuangan sebelumnya.

"Usai kompetisi ini rampung, kami tidak akan berlama-lama dalam jeda. Kami akan segera bergerak untuk melakukan restrukturisasi menyeluruh di setiap lini tim," ujar Ginda, menekankan komitmen untuk tidak menunda perbaikan. Ia menambahkan bahwa momen pasca-kompetisi ini akan dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap seluruh jajaran staf kepelatihan, tim ofisial, dan seluruh staf pendukung. Tujuannya adalah agar dapat segera merancang dan membangun kembali kekuatan tim yang ideal, dimulai sejak bulan Juni mendatang.

Ginda Ferachtriawan menyatakan keyakinannya bahwa meskipun Persis Solo mengalami keterpurukan bersama di hari ini, dengan dukungan tak tergoyahkan dari para suporter, tim akan mampu bangkit dengan semangat dan mentalitas yang jauh lebih kokoh. Ia menambahkan, "Kita jatuh bersama hari ini, namun dengan dukungan kalian, saya yakin kita akan bangkit dan kembali dengan mentalitas yang jauh lebih kuat."

Kepastian degradasi Persis Solo dari BRI Liga 1 musim 2025/2026 terjadi setelah tim tersebut harus puas menduduki posisi ke-16 dalam klasemen sementara dengan raihan 34 poin dari 34 pertandingan yang telah dilakoni. Meskipun berhasil mengumpulkan poin yang sama dengan PSM Makassar yang berada di zona aman terbawah, Persis Solo harus menelan pil pahit lantaran kalah dalam rekor pertemuan (head to head) melawan tim Juku Eja. Kekalahan ini secara matematis memastikan Laskar Sambernyawa harus turun kasta dan berkompetisi di kasta kedua sepak bola Indonesia pada musim mendatang.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from antaranews.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags