Jakarta – Meski musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 telah berakhir, pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap performa yang ditunjukkan oleh anak asuhnya. Ia menyoroti kemampuan tim untuk tampil konsisten, terlebih lagi setelah berhasil bangkit dari periode awal musim yang penuh tantangan.
Riekerink mengakui bahwa ekspektasi terhadap timnya selalu tinggi, dengan harapan untuk meraih hasil yang lebih gemilang atau mengumpulkan poin yang lebih banyak. Namun, ia menekankan bahwa pencapaian timnya musim ini patut diapresiasi, terutama melihat perjuangan mereka dalam pertandingan-pertandingan terakhir. "Kami berhasil melalui 15 pertandingan dengan hanya menelan satu kekalahan," ujar Riekerink, menunjukkan performa impresif tim di paruh kedua musim.
Menurut pelatih asal Belanda ini, faktor kunci di balik kebangkitan dan ketahanan Dewa United hingga akhir kompetisi adalah semangat kebersamaan yang kuat. Bahkan di tengah situasi yang tidak menguntungkan, para pemain tetap menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap tim. Kekompakan ini menjadi pondasi penting yang memungkinkan mereka untuk terus berjuang dan tidak menyerah.
Meskipun demikian, Dewa United harus menempati posisi ketujuh dalam klasemen akhir BRI Super League 2025/2026 dengan total 53 poin dari 34 pertandingan yang telah dilakoni. Pencapaian ini merupakan penurunan jika dibandingkan dengan musim sebelumnya, di mana mereka berhasil mengamankan posisi runner-up pada kompetisi BRI Super League 2024/2025. Perbedaan posisi akhir ini tentu memberikan nuansa yang berbeda bagi seluruh elemen tim.
"Perasaan di akhir musim ini memang terasa berbeda," ungkap Riekerink. "Namun, bahkan setelah kami memulai musim dengan kurang baik, kami tetap bersatu sebagai tim, dan saya rasa itulah yang terlihat jelas hari ini." Ia menambahkan bahwa meskipun target utama untuk bersaing di papan atas mungkin belum tercapai, perjuangan untuk mengamankan posisi enam atau tujuh klasemen tetaplah sebuah pencapaian yang bermakna bagi timnya.
Dalam laga penutup musim BRI Super League 2025/2026, Dewa United harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor tipis 0-1. Pertandingan yang digelar di Stadion Internasional Banten, Serang, pada Jumat malam (22/5) tersebut menjadi penutup perjalanan tim di musim ini. Kekalahan ini, meskipun tidak mengubah posisi akhir klasemen, tentu menjadi catatan evaluasi bagi tim.
Perjalanan Dewa United di musim 2025/2026 bisa digambarkan sebagai sebuah narasi tentang ketahanan dan determinasi. Dimulai dengan langkah yang kurang mulus, tim ini berhasil menemukan kembali ritme permainan mereka, berkat kerja keras dan solidaritas yang ditanamkan oleh pelatih Jan Olde Riekerink. Kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan awal menunjukkan mentalitas juara yang mulai tertanam kuat dalam diri para pemain.
Meskipun tidak berhasil mengulangi pencapaian fantastis musim sebelumnya, posisi ketujuh klasemen bukanlah sebuah kegagalan total. Dalam sebuah liga yang sangat kompetitif seperti BRI Super League, menjaga konsistensi performa dari pekan ke pekan adalah sebuah tantangan tersendiri. Statistik satu kekalahan dalam 15 pertandingan terakhir menjadi bukti nyata dari peningkatan kualitas permainan dan mentalitas tim. Ini menunjukkan bahwa Dewa United telah menjelma menjadi tim yang sulit dikalahkan, terutama di paruh kedua musim.
Jan Olde Riekerink, dengan pengalamannya di dunia sepak bola Eropa, tampaknya berhasil menanamkan filosofi permainan yang mengutamakan kedisiplinan taktis dan semangat juang pantang menyerah. Ia mampu membaca situasi dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk membawa timnya keluar dari tekanan awal musim. Kebersamaan yang ia tekankan bukan sekadar slogan, melainkan sebuah fondasi yang terbukti mampu menopang performa tim saat menghadapi berbagai rintangan.
Evaluasi terhadap musim 2025/2026 ini tentu akan menjadi bekal berharga untuk musim-musim mendatang. Perjuangan yang telah dilalui, pelajaran yang didapat dari setiap pertandingan, serta soliditas tim yang telah terbangun, semuanya akan menjadi modal penting bagi Dewa United untuk terus berkembang. Perasaan "berbeda" yang diungkapkan Riekerink di akhir musim, bisa diartikan sebagai pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi dan kapasitas timnya.
Meskipun hasil akhir klasemen tidak mencapai ekspektasi tertinggi, apresiasi patut diberikan kepada seluruh pemain dan staf pelatih Dewa United atas dedikasi mereka. Kegigihan untuk terus bertarung, bahkan ketika berada di bawah tekanan, adalah ciri khas tim yang memiliki ambisi untuk terus menjadi kekuatan signifikan di kancah sepak bola Indonesia. Kegagalan untuk mengulangi peringkat kedua musim lalu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah motivasi tambahan untuk terus berbenah dan meraih hasil yang lebih baik di masa depan.
Kekalahan tipis di pekan terakhir melawan Bali United tidak mengurangi nilai perjuangan tim sepanjang musim. Setiap pertandingan adalah sebuah proses pembelajaran, dan kekalahan tersebut bisa menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki lini pertahanan atau transisi permainan. Yang terpenting adalah semangat juang yang terus membara dan keyakinan pada kemampuan diri sendiri, yang telah ditunjukkan oleh Dewa United di bawah arahan Jan Olde Riekerink.
This article was rewritten using AI technology based on information from antaranews.com without altering the facts of the original article.






