Bandung – Gelar juara Super League 2025/2026 yang berhasil diraih Persib Bandung secara beruntun selama tiga musim berturut-turut menjadi penegasan tersendiri bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyoroti pencapaian luar biasa ini sebagai bukti nyata keberhasilan pengelolaan klub sepak bola yang profesional dan mandiri, terbebas dari intervensi pemerintah. Pernyataan ini disampaikan Dedi Mulyadi di Bandung pada hari Minggu, seraya merayakan euforia para pendukung yang membanjiri kota.
Menurut Dedi Mulyadi, dominasi Persib dalam kompetisi liga menunjukkan bahwa sebuah klub dapat meraih puncak kejayaan melalui pengelolaan internal yang matang dan profesional. Ia menekankan bahwa tanpa campur tangan dari pihak pemerintah, Persib telah membuktikan kapasitasnya sebagai entitas sepak bola yang modern dan dikelola dengan standar tinggi. Penegasan ini menjadi penting dalam konteks pengembangan sepak bola Indonesia yang diharapkan mampu melahirkan klub-klub profesional yang mandiri dan berdaya saing. Keberhasilan Persib, menurutnya, menjadi tolok ukur bagi klub-klub lain untuk meniru model pengelolaan yang efektif.
Perayaan kemenangan Persib disambut meriah oleh ribuan pendukung setia, yang dikenal sebagai Bobotoh, serta seluruh pecinta sepak bola Bandung dan Jawa Barat. Kegembiraan ini merupakan luapan kebahagiaan atas prestasi gemilang yang telah ditorehkan. Tiga kali menjuarai liga secara berturut-turut merupakan pencapaian langka yang patut dibanggakan. Gubernur Dedi Mulyadi berharap seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Hal ini penting untuk menjaga citra positif Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat di mata publik, sekaligus menunjukkan bahwa daerah ini merupakan ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk merayakan kebahagiaan.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengisyaratkan adanya apresiasi dalam bentuk bonus bagi skuad Persib atas pencapaian mereka di Super League musim 2025/2026. Meskipun ia tidak merinci besaran atau bentuk bonus tersebut, ia memberikan sinyal positif bahwa kontribusi dan kerja keras para pemain akan mendapatkan penghargaan yang layak. "Lihat saja nanti," ujarnya singkat ketika ditanya lebih lanjut mengenai hal ini, meninggalkan sedikit rasa penasaran sekaligus harapan bagi tim berjuluk Maung Bandung tersebut.
Dalam catatan akhir Super League 2025/2026, Persib berhasil mengumpulkan total 79 poin. Angka ini sama persis dengan yang diraih oleh Borneo FC. Namun, keunggulan dalam rekor pertemuan atau head-to-head menjadi penentu yang membuat Persib berhak dinobatkan sebagai juara. Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi tim, tetapi juga menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola profesional di Indonesia, menunjukkan bahwa dengan manajemen yang tepat, klub lokal dapat bersaing dan mendominasi di kancah nasional.
Keberhasilan Persib ini juga sejalan dengan apresiasi yang diberikan oleh manajemen Persib sendiri terhadap kompetisi yang telah berjalan. Mereka mengakui bahwa persaingan yang ketat dari klub-klub lain telah mendorong mereka untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas permainan. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kompetitif yang sehat justru akan memacu semua pihak untuk berkembang menjadi lebih baik.
Perjalanan Persib menuju gelar juara tiga kali berturut-turut ini tidak lepas dari dukungan militan para Bobotoh. Ratusan ribu pendukung memadati jalanan Kota Bandung untuk merayakan kemenangan tim kesayangan mereka. Antusiasme dan loyalitas para suporter menjadi salah satu faktor penting yang turut membangkitkan semangat juang para pemain di lapangan.
Kemenangan ini juga menjadi pengingat bahwa sepak bola modern menuntut profesionalisme yang tinggi di berbagai lini, mulai dari manajemen, pembinaan pemain, hingga aspek komersial. Persib, dengan segala pencapaiannya, telah membuktikan bahwa model pengelolaan yang terstruktur dan bebas dari intervensi eksternal dapat menghasilkan performa yang konsisten dan membuahkan hasil yang membanggakan. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh stakeholder sepak bola Indonesia dalam upaya membangun liga yang lebih kuat dan klub-klub yang lebih mandiri di masa depan. Dominasi Persib di liga ini bukan sekadar kemenangan tim, melainkan sebuah penegasan atas prinsip-prinsip profesionalisme dalam olahraga.
This article was rewritten using AI technology based on information from antaranews.com without altering the facts of the original article.






