Menanti Kenaikan Harga Gawai? Petinggi Xiaomi Beri Sinyal Segera Berburu Ponsel Baru

Dedi Irfan

Jakarta – Era harga smartphone yang stabil tampaknya akan segera berakhir. Lei Jun, CEO Xiaomi, baru-baru ini menyampaikan peringatan keras kepada publik mengenai potensi kenaikan harga ponsel pintar yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Fenomena ini dipicu oleh lonjakan biaya komponen krusial, terutama memori. Ia pun menyarankan agar para konsumen yang berencana membeli ponsel baru tidak menunda-nunda lagi.

Dalam sebuah acara peluncuran produk terbaru Xiaomi, Lei Jun secara eksplisit mengutarakan pandangannya. Ia menyarankan para pengguna yang memiliki kebiasaan mengganti ponsel setiap tahun untuk mempertimbangkan opsi upgrade dalam waktu dekat. Menurutnya, tren kenaikan biaya produksi komponen, khususnya chip memori, diperkirakan akan terus berlanjut dan secara langsung berdampak pada harga jual smartphone di pasar. Xiaomi sendiri, menurut Lei Jun, telah menjadi salah satu pemain industri yang lebih awal menyuarakan kekhawatiran mengenai isu kenaikan harga memori sejak tahun lalu.

Perkiraan terbaru menunjukkan bahwa biaya chip memori diperkirakan akan terus mengalami peningkatan setidaknya hingga dua tahun ke depan. Situasi ini jelas memberikan tekanan besar pada seluruh ekosistem industri smartphone global. Peningkatan biaya memori dan kapasitas penyimpanan ini bukan hanya memengaruhi harga produksi smartphone, tetapi juga merembet ke berbagai produk elektronik konsumen lainnya. Meski demikian, Xiaomi menegaskan komitmennya untuk meminimalkan dampak langsung yang dirasakan oleh konsumen. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan efisiensi dalam rantai pasok dan optimasi teknologi internal perusahaan.

Lei Jun juga menambahkan bahwa Xiaomi berupaya keras untuk menyerap sebagian dari beban kenaikan biaya produksi tersebut, alih-alih langsung meneruskannya kepada konsumen. Namun, ia tidak menutup kemungkinan bahwa menjaga stabilitas harga smartphone akan menjadi tantangan yang semakin berat jika tren kenaikan biaya memori terus berlanjut dengan laju yang sama seperti saat ini. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pembeli mungkin harus bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi di masa depan.

Bukan hanya Lei Jun, petinggi lain di Xiaomi Group, Lu Weibing, juga turut menyampaikan prediksi serupa. Melalui sesi live streaming di platform media sosial, Lu Weibing memprediksi bahwa beberapa model ponsel premium dari produsen Tiongkok akan menembus angka harga 10.000 yuan, atau setara dengan sekitar Rp 26,2 jutaan, sebelum akhir tahun ini.

Lebih lanjut, Lu Weibing memperkirakan bahwa kenaikan harga komponen memori ini tidak akan mereda dalam waktu dekat. Prediksinya, tren ini akan berlanjut setidaknya hingga akhir tahun 2027, dengan kemungkinan perpanjangan hingga tahun 2028. Fenomena ini telah mulai terasa dampaknya di pasar. Sejak Maret 2025, harga smartphone di Tiongkok dilaporkan mengalami kenaikan berkisar antara 200 hingga 400 yuan, yang secara langsung disebabkan oleh tingginya biaya komponen. Para konsumen yang berencana membeli perangkat baru disarankan untuk mempertimbangkan waktu pembelian mereka agar tidak terkena dampak kenaikan harga yang lebih signifikan di masa mendatang.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from inet.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags