Jakarta – Kehadiran Dyson Spot+Scrub Ai menandai babak baru dalam segmen perangkat rumah tangga pintar. Robot vakum yang juga berfungsi sebagai alat pel ini hadir dengan janji performa superior berkat teknologi mutakhir yang dibenamkan. Dibekali kekuatan hisap luar biasa 18.000Pa dan sistem pel otomatis yang memanfaatkan air panas, Dyson tampaknya ingin menetapkan standar baru. Namun, dengan label harga yang menyentuh angka Rp 18 jutaan, pertanyaan besar muncul: apakah investasi sebesar ini benar-benar sepadan dengan apa yang ditawarkan? detikINET akan mengupas tuntas performa dan fitur-fitur unggulannya dalam ulasan mendalam ini.
Perombakan Desain dan Revolusi Navigasi
Dibandingkan pendahulunya, Dyson 360 Vis Nav yang memiliki bentuk khas "D", Spot+Scrub tampil dengan desain bulat yang lebih konvensional. Perubahan paling signifikan terletak pada sistem navigasinya. Dyson kali ini mengintegrasikan teknologi Lidar yang canggih, disandingkan dengan kamera yang mampu melakukan pengenalan objek berbasis kecerdasan buatan (AI). Kombinasi ini menghasilkan kemampuan navigasi yang mengagumkan. Robot ini mampu bergerak dengan kelincahan luar biasa, secara efektif menghindari berbagai rintangan seperti alas kaki, pakaian yang tergeletak, hingga kabel-kabel yang berseliweran.
Namun, dalam pengujian kami, sempat terjadi insiden kecil di mana robot ini tanpa sengaja menyedot kantong plastik berukuran kecil. Benda tersebut kemudian tersangkut pada mekanisme sikat di bagian bawahnya, yang berujung pada gangguan navigasi saat robot berusaha kembali ke stasiun doknya. Terlepas dari insiden tersebut, sistem navigasi canggih ini memungkinkan robot untuk dengan mudah menyelinap di antara kaki-kaki meja dan kursi tanpa menimbulkan banyak benturan. Meski demikian, terdapat pula satu catatan. Tampaknya, robot ini belum dibekali dengan sensor Lidar yang memadai untuk mendeteksi objek yang sedikit lebih tinggi namun memiliki bagian atas yang lebih lebar daripada bagian bawah. Akibatnya, beberapa kali robot menabrak rak buku yang memiliki profil bagian atas lebih tebal. Hal ini diperparah oleh dimensi bodi robot yang tergolong cukup tinggi.
Sentuhan Khas Dyson yang Tetap Memukau
Meskipun mengalami evolusi desain dan teknologi, Dyson tetap mempertahankan ciri khasnya yang ikonik, yang telah terbukti efektif pada lini penyedot debu portabel mereka. Fitur-fitur eksklusif ini tetap menjadi daya tarik utama:
Laser Hijau yang Khas: Diadaptasi dari penyedot debu tanpa kabel Dyson, laser hijau ini berfungsi sebagai alat bantu visual untuk mendeteksi partikel debu mikroskopis yang mungkin terlewatkan oleh mata telanjang. Kemampuannya mendeteksi debu pada permukaan lantai keras sungguh mengesankan.
Sistem Debu Siklonik Tanpa Kantong: Inovasi paling menonjol terdapat pada stasiun doknya. Alih-alih menggunakan kantong debu sekali pakai, dock ini dilengkapi tabung debu transparan dengan warna blurple khas Dyson. Desain ini tidak hanya estetis, tetapi juga sangat fungsional, memungkinkan pengguna untuk memantau secara visual seberapa banyak debu yang telah berhasil dikumpulkan oleh robot.
Sistem Hidrasi 12 Titik: Fitur ini memastikan bahwa roller mop microfiber melakukan pembersihan mandiri secara terus-menerus selama proses mengepel lantai. Dengan 12 titik injeksi air, roller mop dijaga kelembapannya untuk performa pel yang optimal.
Performa Vakum: Keunggulan di Permukaan Keras
Dengan klaim daya hisap mencapai 18.000Pa, Dyson Spot+Scrub Ai tidak diragukan lagi kemampuannya dalam membersihkan permukaan lantai keras. Uji coba dengan remahan keripik dan bubuk kopi terbukti dilibas habis dalam sekali lintasan. Debu membandel yang menempel di lantai akibat roda kursi kerja pun dapat dihilangkan dengan mudah.
Namun, ketika dihadapkan pada karpet tebal, performa robot ini menunjukkan penurunan yang signifikan. Sikat tengah yang terbuat dari kombinasi karet dan bulu standar ternyata kurang efektif pada permukaan berbulu tebal. Selain itu, sikat ini juga sangat rentan terlilit oleh rambut hanya dalam beberapa kali penggunaan.
Robot ini juga tampak kesulitan dan mengeluarkan suara yang cukup bising ketika berusaha menaklukkan karpet tebal. Bahkan, keset kamar mandi berbahan tipis, yang menyerupai tekstur handuk, beberapa kali tersangkut dan terlilit saat dilewati oleh robot.
Untuk mengatasi potensi masalah tersebut, aplikasi MyDyson memberikan solusi cerdas. Pengguna dapat secara spesifik menandai area-area yang harus dihindari oleh robot. Melalui aplikasi ini pula, pengguna dapat melihat peta denah rumah, membagi ruangan menjadi zona-zona pembersihan, serta mengatur berbagai parameter pembersihan sesuai kebutuhan.
Sebagai robot pel, perangkat ini menunjukkan performa yang sangat memuaskan. Roller mop microfiber berwarna biru memiliki kemampuan unik untuk bergeser dan memanjang hingga 4 cm keluar dari bodi robot. Hal ini memungkinkannya menjangkau sudut-sudut ruangan dan tepi lantai yang seringkali terabaikan oleh alat pembersih konvensional. Stasiun dok juga sangat andal dalam membersihkan dan mengeringkan roller mop.
Namun, proses pembersihan roller mop ini bukannya tanpa catatan. Meskipun roller mop itu sendiri tetap bersih, area sikat di bagian bawah robot cenderung menjadi lengket dan kotor dengan cepat. Selain itu, area stasiun dok dan sekitarnya seringkali terciprat kotoran yang berjatuhan dari robot saat proses pembersihan di docking.
Perlu diperhatikan pula bahwa proses pembersihan mandiri ini menghasilkan suara yang cukup bising. Tingkat kebisingan paling terasa saat debu dipindahkan dari robot ke tabung penyimpanan di dok. Untungnya, proses ini berlangsung singkat. Namun, proses pembersihan roller mop juga tergolong berisik, terutama saat menyedot air bersih dari tangki dan memindahkannya ke tangki air kotor.
Kesimpulan detikINET
Keputusan Dyson untuk mengadopsi teknologi Lidar terbukti sangat tepat sasaran. Hasilnya adalah sistem navigasi dan kemampuan penghindaran rintangan yang superior, yang menjadi yang terbaik di lini robot pembersih mereka. Inovasi stasiun dok dengan tabung debu transparan juga memberikan kemudahan dan kenyamanan luar biasa bagi pengguna.
Kelebihan:
- Sistem navigasi Lidar dan AI yang sangat akurat dalam mendeteksi dan menghindari rintangan.
- Performa hisap yang kuat di permukaan lantai keras.
- Fitur pel otomatis dengan air panas yang efektif membersihkan noda.
- Stasiun dok yang fungsional dengan tabung debu transparan.
- Aplikasi MyDyson yang kaya fitur untuk pengaturan pembersihan.
Kekurangan:
- Performa kurang optimal pada karpet tebal.
- Sikat tengah rentan terlilit rambut.
- Potensi sikat bawah menjadi kotor dan lengket setelah proses pembersihan.
- Tingkat kebisingan yang cukup tinggi saat proses pembersihan mandiri.
- Harga yang sangat premium.
This article was rewritten using AI technology based on information from inet.detik.com without altering the facts of the original article.






