Perpisahan Serdadu Tridatu: M. Rahmat Akhiri Perjalanan Bersama Bali United

Bung Towel

Gianyar, Bali – Perjalanan panjang Muhammad Rahmat bersama Bali United resmi berakhir. Keputusan ini diambil setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk tidak memperpanjang ikatan kerja sama yang telah terjalin, seiring rampungnya kompetisi Liga 1 musim 2025/2026. Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi dan kontribusi pemain berusia 38 tahun tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih atas segala perjuangan dan prestasi yang telah terukir bersama kami," ujar Yabes Tanuri dalam keterangannya di Gianyar, Jumat.

Muhammad Rahmat, yang akrab disapa Rahmat, telah menjadi bagian dari skuad berjuluk Serdadu Tridatu sejak bergabung pada awal musim kompetisi 2020. Momen kepindahannya kala itu disambut antusias, mengingat Bali United bersiap untuk menghadapi dua ajang bergengsi, yakni Liga 1 dan Liga Champions Asia. Namun, takdir berkata lain. Kompetisi domestik baru berjalan tiga pekan ketika dihentikan akibat situasi pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Menyusul kemudian, kompetisi antarklub Asia pun terpaksa harus terhenti.

Selama kurang lebih enam tahun mengenakan seragam Bali United dan berlaga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rahmat telah menorehkan jejak yang signifikan. Pemain dengan tinggi badan 173 sentimeter ini berhasil mencatatkan total 27 gol dan 10 assist untuk tim kebanggaan Pulau Dewata. Momen awal kedatangannya memang diwarnai ketidakpastian terkait kelanjutan kompetisi, namun Rahmat dan Bali United berhasil melalui fase sulit tersebut.

Perjuangan tersebut akhirnya berbuah manis ketika kompetisi bergulir kembali dengan format kalender baru, yaitu musim 2021/2022. Meskipun di tengah situasi pertandingan yang harus digelar tanpa kehadiran penonton akibat penyesuaian protokol kesehatan pandemi, Rahmat tetap menunjukkan performa terbaiknya. Ia turut berkontribusi dalam total 47 penampilan untuk Bali United. Puncak kejayaannya terjadi ketika ia berhasil membawa Bali United meraih gelar juara Liga 1 Indonesia musim 2021/2022. Gelar ini menjadi bukti konsistensi tim, mengingat Bali United juga pernah meraih status serupa pada musim 2019.

Menyikapi akhir dari kebersamaan ini, Rahmat menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen yang terlibat di Bali United. Mulai dari jajaran pemilik, manajemen, para staf pelatih, hingga para pendukung setia Serdadu Tridatu, semuanya tak luput dari ucapan terima kasihnya.

"Pada akhirnya, pertemuan pasti akan diikuti dengan perpisahan. Bali United telah memberikan begitu banyak kebahagiaan dalam karier sepak bola saya. Saya sangat berterima kasih atas segalanya," ungkap Rahmat, mantan penggawa PSM Makassar ini, dengan nada haru.

Perpisahan ini menandai berakhirnya sebuah era bagi Rahmat di Bali United, meninggalkan warisan berupa kontribusi gol dan assist, serta peran penting dalam meraih gelar juara yang membanggakan. Keputusan ini merupakan hasil dari diskusi dan kesepakatan bersama, menunjukkan profesionalisme kedua belah pihak dalam mengakhiri hubungan kerja sama dengan baik.

Perjalanan Rahmat di kancah sepak bola Indonesia memang patut diapresiasi. Memulai karier profesionalnya sejak usia muda, ia telah malang melintang di berbagai klub sebelum akhirnya berlabuh di Bali United. Pengalamannya sebagai penyerang sayap yang lincah dan memiliki naluri gol tinggi menjadikannya aset berharga bagi setiap tim yang dibelanya. Keputusannya untuk mengakhiri karier bersama Bali United setelah musim 2025/2026 ini, menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya, sekaligus membuka peluang bagi talenta-talenta baru untuk bersinar di klub kebanggaan Pulau Dewata tersebut.

Kepergian Rahmat tentu akan meninggalkan kekosongan di lini serang Bali United. Namun, seperti yang selalu terjadi dalam dunia olahraga, regenerasi adalah kunci keberlangsungan sebuah tim. Bali United diprediksi akan segera bergerak mencari pengganti yang sepadan, baik dari segi kualitas permainan maupun pengalaman, untuk mengisi pos yang ditinggalkan oleh pemain veteran ini. Dukungan dari para suporter setia, yang selalu menjadi kekuatan utama tim, diharapkan akan terus mengalir, baik untuk Rahmat dalam langkah selanjutnya, maupun untuk Bali United dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Meskipun kontraknya tidak diperpanjang, warisan Rahmat di Bali United akan tetap dikenang. Ia adalah bagian dari sejarah klub yang berhasil mengukir prestasi membanggakan, terutama dalam meraih gelar juara Liga 1. Peranannya dalam membangun kekuatan tim selama bertahun-tahun tidak dapat diabaikan. Kini, saatnya bagi Bali United untuk menatap masa depan dengan optimisme, sambil tetap menghargai kontribusi luar biasa yang telah diberikan oleh Muhammad Rahmat. Keputusan ini, meskipun mungkin terasa berat bagi sebagian pihak, merupakan bagian alami dari dinamika sepak bola profesional, di mana setiap pemain memiliki siklusnya sendiri bersama sebuah klub.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from antaranews.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags