Dalam sebuah perhelatan akbar bertajuk DREAME NEXT di San Francisco, Amerika Serikat, Dreame, entitas teknologi yang sebelumnya identik dengan inovasi perangkat rumah tangga canggih seperti robot penyedot debu, mengejutkan dunia dengan peluncuran konsep kendaraan listrik revolusioner. Perusahaan asal Tiongkok ini tidak hanya menampilkan kemajuan dalam mobilitas elektrik, tetapi juga membawa imajinasi ke level yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, yaitu mengintegrasikan teknologi pendorong roket ke dalam sebuah mobil listrik.
Inti dari presentasi Dreame adalah sebuah konsep mobil yang diberi nama Nebula NEXT 01 JET Edition. Keunggulan utamanya, yang menjadi sorotan utama, adalah akselerasinya yang luar biasa. Dreame mengklaim bahwa kendaraan konsep ini mampu melesat dari posisi diam hingga kecepatan 100 kilometer per jam hanya dalam kurun waktu 0,9 detik. Angka ini sungguh fenomenal, melampaui pencapaian mayoritas mobil listrik mewah yang umumnya memerlukan waktu dua hingga tiga detik untuk mencapai kecepatan serupa. Perlu dicatat, kemampuan akselerasi di bawah satu detik biasanya hanya dapat dicapai oleh pesawat tempur atau kendaraan khusus balap drag profesional.
Secara visual, Nebula NEXT 01 JET Edition menampilkan siluet sebuah sedan empat pintu yang elegan dan aerodinamis. Namun, keunikan sesungguhnya tersembunyi di bagian belakang kendaraan. Di sanalah terpasang sepasang unit pendorong roket yang dirancang khusus, menggunakan bahan bakar padat. Dreame mengemukakan bahwa sistem pendorong ini mampu menghasilkan daya dorong sebesar 100 kN. Yang lebih mengesankan, pendorong roket ini dirancang untuk merespons dengan kecepatan nyaris instan, hanya membutuhkan waktu 150 milidetik untuk aktif dan memberikan dorongan.
Di samping inovasi pendorong roket yang dramatis, Nebula NEXT 01 JET Edition juga dibekali dengan teknologi baterai solid-state. Baterai jenis ini menawarkan kepadatan energi yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 450 Wh/kg. Bagi para pengguna mobil listrik sehari-hari, pengembangan baterai ini mungkin lebih relevan dan menarik daripada mesin roket. Baterai yang lebih baik berarti potensi jarak tempuh yang lebih jauh dengan sekali pengisian daya, serta waktu pengisian yang jauh lebih singkat, yang merupakan prioritas utama dalam mobilitas listrik.
Sistem kemudi dan pengereman pada Nebula NEXT 01 JET Edition mengadopsi teknologi drive-by-wire. Ini berarti semua fungsi kontrol, mulai dari kemudi hingga rem, sepenuhnya dikendalikan melalui sinyal listrik, tanpa adanya koneksi mekanis berupa kabel atau batang fisik yang menghubungkan kemudi dan pedal ke roda serta sistem pengereman. Teknologi steer-by-wire dan brake-by-wire ini tidak hanya memungkinkan respons yang lebih cepat dari kendaraan, tetapi juga berkontribusi pada penghematan ruang di dalam sasis mobil.
Aspek keselamatan dan bantuan pengemudian otomatis juga menjadi perhatian serius Dreame. Kendaraan konsep ini dilengkapi dengan sensor DHX1 LiDAR canggih yang mampu mendeteksi objek hingga jarak 600 meter. Kemampuan deteksi jarak jauh ini melampaui apa yang umumnya bisa dicapai oleh sensor-sensor LiDAR pada umumnya saat ini, yang seringkali kesulitan memberikan detail objek pada jarak sejauh itu. Dreame mengklaim bahwa sensor mereka dapat mengidentifikasi bentuk objek secara jelas, bukan sekadar garis luar yang samar.
Menariknya, desain kabin Nebula NEXT 01 JET Edition terasa lebih menyerupai ruang kerja atau ruang tamu bergerak daripada sebuah kendaraan konvensional. Mengingat rekam jejak Dreame dalam menciptakan peralatan rumah tangga pintar, tidak mengherankan jika mereka mengintegrasikan konsep mobil ini sebagai pusat kendali rumah pintar. Pengguna dapat berinteraksi dengan asisten AI di dalam mobil untuk mengontrol robot penyedot debu di rumah atau memantau perangkat pintar lainnya.
Dreame memiliki rencana ambisius untuk memulai produksi kendaraan ini pada tahun 2027. Namun, model pertama yang kemungkinan besar akan tersedia untuk publik adalah Nebula Next 01X, sebuah sedan berperforma tinggi yang tidak akan dilengkapi dengan mesin pendorong roket.
This article was rewritten using AI technology based on information from antaranews.com without altering the facts of the original article.






