Membangun Gerbang Digital Mandiri: Telkom Fasilitasi Sinergi Strategis untuk Kedaulatan Teknologi Nasional

Dedi Irfan

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui inisiatif Forum Kedaulatan Digital Nasional, telah sukses menginisiasi sebuah pertemuan krusial yang mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan utama. Acara yang mengusung tema ‘Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat’ ini, diselenggarakan di Telkom Landmark Tower, Jakarta, bertujuan untuk memperkuat fondasi teknologi digital Indonesia agar lebih kokoh, aman, dan mampu berdiri sendiri di kancah global.

Forum ini menjadi platform penting yang mempertemukan regulator, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki peran strategis, para pelanggan korporat dari sektor enterprise, serta mitra teknologi global. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan sinergi dan kolaborasi yang lebih mendalam dalam membangun infrastruktur digital esensial, meliputi teknologi cloud, kecerdasan artifisial (AI), dan sistem keamanan siber. Penekanan utama adalah pada pembangunan kapasitas yang aman, tangguh, dan berdaulat, yang mampu menjawab tantangan di era transformasi digital.

Kehadiran perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) dalam forum ini menjadi bukti nyata signifikansi kolaborasi antara pemerintah sebagai regulator dan para pelaku industri. Sinergi ini dianggap vital dalam meletakkan dasar-dasar digitalisasi nasional yang tidak hanya mampu menopang laju pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga menjaga serta melindungi kepentingan strategis bangsa Indonesia.

Forum ini secara efektif membuka ruang kolaborasi lintas sektor dan lintas ekosistem. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan arah pengembangan teknologi krusial seperti cloud, AI, dan keamanan siber, agar selaras dengan prioritas dan kebutuhan pembangunan nasional. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dengan visi besar bangsa.

Sonny Hendra Sudaryana, selaku Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, turut menegaskan urgensi kolaborasi yang erat antara regulator, industri, dan para penyedia teknologi. Ia menyoroti bahwa kerja sama yang solid adalah kunci untuk memastikan bahwa proses transformasi digital di Indonesia dapat berjalan dengan lancar, aman, inklusif bagi seluruh elemen masyarakat, serta berkelanjutan dalam jangka panjang. Sonny menjelaskan lebih lanjut bahwa penguatan kapabilitas dalam bidang sovereign cloud, AI, dan cybersecurity merupakan langkah fundamental yang krusial. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keamanan data nasional agar tidak rentan terhadap ancaman, tetapi juga untuk meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap ekosistem digital yang dibangun di Indonesia. Lebih dari itu, penguatan ini menjadi jaminan bahwa transformasi digital nasional dapat diimplementasikan secara aman, dapat diakses oleh semua pihak tanpa terkecuali, dan mampu bertahan serta berkembang di masa depan.

Forum Kedaulatan Digital Nasional ini bukanlah sebuah inisiatif yang berdiri sendiri. Forum ini merupakan kelanjutan logis dari deklarasi penting yang telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu ‘Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia’, yang diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2026. Jika deklarasi sebelumnya lebih menekankan pada penetapan visi bersama mengenai pentingnya kedaulatan teknologi nasional, maka forum kali ini mengambil langkah yang lebih konkret. Forum ini bertujuan untuk menerjemahkan visi tersebut menjadi sebuah cetak biru (blueprint) dan peta jalan (roadmap) implementasi yang lebih terukur. Ketiga pilar utama yang menjadi landasan dalam roadmap ini adalah Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity.

Senno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, menggarisbawahi bahwa kedaulatan digital saat ini telah bertransformasi menjadi sebuah kebutuhan strategis nasional yang mutlak memerlukan sinergi lintas sektor dan lintas ekosistem. Beliau berpendapat bahwa isu kedaulatan digital telah melampaui sekadar ranah teknologi. Kini, kedaulatan digital telah menjadi fondasi utama yang menopang daya saing bangsa, ketahanan nasional, serta keberlanjutan pembangunan Indonesia di masa depan. Senno menekankan bahwa Indonesia harus memiliki kendali penuh atas data, teknologi AI, infrastruktur cloud, dan sistem keamanan sibernya. Tujuannya bukan hanya agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi teknologi digital asing, tetapi agar mampu berperan aktif sebagai arsitek yang merancang masa depan digitalnya sendiri.

Lebih lanjut, Senno menjelaskan bahwa melalui strategi transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat posisinya. Perusahaan tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia layanan konektivitas, tetapi juga bertransformasi menjadi penyedia solusi (service enabler) yang berperan penting dalam membangun fondasi digital nasional yang lebih tangguh, aman, dan mandiri.

Forum ini secara spesifik mengangkat tiga fokus utama yang dianggap sebagai pilar fundamental bagi terwujudnya kedaulatan digital Indonesia. Ketiga pilar tersebut adalah Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity. Ketiga area ini menjadi kerangka kerja kolaborasi yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki kapasitas komputasi yang memadai, kapabilitas pengembangan dan pemanfaatan AI yang kuat, serta sistem keamanan digital yang canggih, yang semuanya dapat dikembangkan dan dikelola secara berkelanjutan di dalam negeri.

Sebagai bagian integral dari pelaksanaan forum, Telkom juga mengukuhkan inisiatif strategisnya, yaitu AdyaCakra. AdyaCakra merupakan sebuah tumpukan digital (digital stack) berdaulat yang dirancang untuk mengintegrasikan kapabilitas teknologi yang dimiliki bangsa Indonesia dengan teknologi global terbaik. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan yang optimal bagi kebutuhan sektor pemerintah, BUMN, dan industri strategis. Inisiatif AdyaCakra mencakup berbagai komponen penting: dalam hal Sovereign Cloud, AdyaCakra memanfaatkan solusi seperti NeuCentrIX, NeutraDC Hyperscale, dan infrastruktur edge; untuk Sovereign AI, AdyaCakra didukung oleh AI Hub dan Agentic AI BigBox; sementara untuk Sovereign Cybersecurity, AdyaCakra meliputi Telkom CSOC, layanan sovereign threat intelligence, serta managed detection and response.

Dalam kesempatan yang sama, delapan mitra teknologi global juga turut berpartisipasi aktif dalam forum ini. Mereka terlibat dalam diskusi strategis dan melakukan penandatanganan komitmen kolaborasi atau Intentional Collaboration. Tindakan ini menunjukkan kesepakatan bersama untuk mendukung pengembangan ekosistem digital yang aman, tangguh, dan berdaulat di Indonesia. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kapabilitas teknologi nasional, memfasilitasi transfer pengetahuan yang berharga, serta mendorong adopsi teknologi yang mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi kemajuan Indonesia.

Melalui penyelenggaraan Forum Kedaulatan Digital Nasional ini, Telkom berupaya mendorong pembentukan cetak biru dan peta jalan kolaborasi yang lebih konkret. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, regulator, BUMN, pelaku industri, hingga mitra teknologi global. Inisiatif ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya Telkom yang lebih luas dalam memperkuat fondasi teknologi nasional di bidang cloud, AI, dan keamanan siber. Hal ini dilakukan demi mewujudkan cita-cita kedaulatan digital Indonesia dan mendukung pencapaian Visi Digital Indonesia 2030 serta agenda transformasi TLKM 30.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from inet.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags