Ditetapkan Sebagai Tersangka, W kini Diancam Kurungan 20 Tahun Penjara

oleh -

Indonesiaexpres.co.id – KOBAR – PJ Kepala Desa Kerabu, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang hampir dua bulan lamanya dilakukan penyelidikan oleh pihak Kejaksaan Negri Kotawaringin Barat atas dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Penyelewengan Anggaran Dana Desa Kerabu, kini ditetapkan sebagai tersangka.

Onkum Pj Kades Kerabu yang berinisial W (52) tersebut, ditetapkan sebagai tersangka usai dilakukannya penyelidikan yang dilaksanakan oleh pihak Kejaksaan Negri Kobar. W dianggap bersalah atas tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait anggaran dana Desa Kerabu pada saat dirinya menjabat sebagai PJ kepala Desa Tahun 2018-2019.

Kepala Kejaksaan Negri Kotawaringin Barat Dandeni Herdiana mengatakan, tersangka berinisial W (52), berstatus sebagai Pj kepala desa tahun 2018-2019 di desa tersebut telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait anggaran dana desa. Pada hari ini Senin 19 Juli 2021, saudari W telah di tetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Kobar. Kata Dandeni kepada awak media. Senin,(19/07).

“ Sekitar dua bulan lalu kita melakukan penyidikan terhadap tersangka, dan pada hari ini kita tetapkan W sebagai tersangka, dan sekaligus kepada tersangka yang bersangkutan di lakukan penanganan di Rutan Polres Kotawaringin Barat sejak hari ini hingga 20 hari kedepan,” Jelas Kajari

Dandeni menjelaskan, modus operandi yang di lakukan tersangka yakni memainkan sebagaian besar anggaran yang dikeluarkan, anggaran dana desa yang berkurang, terutama dalam pembangunan dan jalan.

Atas perbuatanya, diketahui bahwa kerugian yang dialami dalam kasus ini sekitar 800 juta, dan barang bukti yang berhasil di amankan untuk saat ini yaitu dokumen-dokumen.” Terangnya

Atas perbuatan yang dilakukan, W terpaksa harus menjalani proses hukum yang berlaku. Oknum Pj Kades Kerabu inisial W tersebut dikenakan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, dengan Ancaman 20 Tahun Penjara. (And)