Mahasiswa Bandung Demo Tolak dan Minta Turunkan Harga BBM

oleh -

INDONESIAEEXPRES.COM | BANDUNG 19/10/2018, Dalam Orasinya Mahasiswa dari Universitas yang ada di Bandung  berdemo di depan gedung sate menggunakan pengeras suara “Tak habis-habisnya rakyat Indonesia dibuat susah dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). lbarat born waktu berantai, saat tiba ledakannya kcnaikan harga BBM inenghantam berbagai sisi kehidupan rakyat. Naiknya harga BBM pasti akan diikuti dengan kenaikan harga komoditi kebutuhan pokok akibat naiknya biaya distribusinya (pengangkutan), naiknya biaya trasportasi umum, naiknya harga daging dan ikan; naiknya bahan baku industri khususnya pada industri UKM yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara, naiknya komoditi kebutuhan sekunder seperti barang  eliktronik yang saat ini bermanfaat memajukan ekonomi rakyat dan kenaikan komoditi clan biaya hidup lainnya.

Singkatnya seperti yang sudah-sudah kenaikan harga BBM akan menurunkan daya bell rakyat. Bahasa yang lebih sederhana dampaknya akan semakin memiskinkan rakyat, sementara pendapatan rakyat relative tidak berubah.

Perlu dipahami masalah perminyakan di Indonesia bukan hanya soal kenaikan harga secara berkesinambungan sebagai akibat wajar dari roda ekonomi. Tapi lebih dalam masalah utamanya adalah hilangnya kedaulatan energi dan sumber daya alam dari tangan Indonesia (pemerintah).

Hilangnya kedaulatan ini merupakan cerita tua yang hatnpir sama tua-nya dengan umur negara ini. Hal ini terverifikasi lewat direktur arsip nasional Amerika Serikat (AS) Bradley R. Simpson dalam bukunya berjudul Economists With G. yang sumbemya data-nya diambil dari arsip asli pemerintah AS.

Di dalam bukunya itu Bradley menceritakan bagaimana UU no I tali. 1967 Tentang Penanaman Modal Asing lahir. UU tersebut sebelum disahkan oleh pemerintah Indonesia terlebih dahulu diserahkan kepada kedutaan AS di Indonesia untuk dikoreksi, UU tersebut kemudian dilanjutkan kepada kementrian luar negeri ! AS. Oleh kementrian luar negeri AS kernudian dikoreksi “line by line” (baris demi baris).

Secara terang-tcrangan AS menyebutkan sejumlah pasal yang perlu dikoreksi karena memberi kuasa yang terlalu besar kepada BUMN Indonesia terhadap sumber daya alam, sedangkan AS ingin menguasai sumber daya alam itu. Tampak begitu lemahnya para elit penguasa menjaga kedaulatan Indonesia.

Atas intervensi pemerintah AS satu tahun kemudian lahir UU no 6 tahun 1968 Tentang Penanaman Modal Dalam Negeri. Dalam UU tersebut asing diberikan keleluasaan untuk menguasai 49% modal dan aset di Indonesia yang dalam hal ini termasuk di dalamnya penguasaan sumber daya alam.

Dalam prakteknya banyak perusahaan asing yang rnemakai perusahaan boneka dalam negeri untuk mendapat kekuasaan lebih besar lagi Kongkalikong yang didibiarkan di depan mata pemerintah Indonesia.

Cerita digrogotinya kedaulatan terus berlanjut hingga lahirlah UU no 25 tahun 2007 Tentang Penanaman Modal Asing. Di dalam UU tersebut tidak dibedakan lagi antara asing dnn anak negeri, semuanya bebas dan setara dalam persaingan penguasaan sumber daya alam Indonesia. Secara sederhana asing boleh menguasai 100% aset dan sumber daya alam di Indonesia. Dengan modal UU ini dalam berbagai forum intemasional Jokowi mengundang pars investor asing untuk masuk ke Indonesia dan menjadikan rakyat sendiri menjadi konsumen dan sapi perah. Inilah basil penerapan ekonomi kapitalis neoliberal oleh elit penguasan Indonesia.

Penggrogotan kedaulatan energi Indonesia atau secara sederhana perampokan minyak dan gas (migas) diantaranya diwakili oleh perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Diantaranya Chevron Pacific Indonesia dengan produksi minyak 224,3 ribu bph, Mobil Ccpu Ltd dengan produksi minyak 204,2 ribu bph, Total E&P Indonesia dengan produksi minyak 52 ribu bph, CNOOC SES dengan produksi minyak 31,5 ribu bph dan banyak lagi Dari data SKK Migas tahun 2017 produksi siap jual (lifting) minyak di Indonesia mencapai 803,8 ribu barel per had (bph). Lifting minyak itu 80% dari 10 perusahaan asing dan 20% dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) termasuk Pertamina di dalamnya.

Demo berjalan lancar dan tidak ada kericuhan yang mengganggu ketertiban umum setelah acara demo tersebut selesai mahasiswa secara perlahan membubarkan diri dengan damai.

Tim/Red indonesiaexpres.com

Editur : Redaktur