Persija Jakarta secara resmi mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan pelatih kepala asal Brasil, Mauricio Souza. Keputusan ini diambil setelah kontrak sang juru taktik, yang sedianya berakhir pada pengujung musim BRI Liga 1 2025/2026, tidak diperpanjang. Latar belakang utama dari perpisahan ini adalah ketidakmampuan tim untuk memenuhi target yang telah disepakati dalam ikatan kontrak kedua belah pihak.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa, manajemen Persija menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja tim sepanjang musim menjadi dasar pengambilan keputusan strategis ini. Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menjelaskan bahwa meskipun Souza dinilai telah memberikan kontribusi positif dalam hal karakter permainan tim, kegagalan mencapai sasaran yang ditetapkan di awal musim membuat kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri hubungan profesional mereka. "Pelatih Mauricio telah menghadirkan sebuah karakter yang kuat pada identitas Persija di musim ini. Namun, mengingat target yang telah ditetapkan di permulaan kontrak tidak tercapai, kami akhirnya mengambil keputusan bersama untuk tidak melanjutkan kerja sama ini," ungkap Prapanca, mengutip laman resmi klub.
Tidak hanya Souza, seluruh jajaran staf kepelatihan yang bekerja di bawah komandonya juga turut mengakhiri masa baktinya bersama Persija. Mereka yang turut berpamitan meliputi asisten pelatih Italo Bartole Resende, pelatih fisik Vitor Branco da Cruz, pelatih kiper Gerson Rodrigues Rios, analis tim Caio Araujo, serta penerjemah Claudio Luzardi. Manajemen Persija menyampaikan apresiasi dan harapan terbaik bagi kelanjutan karier mereka. "Kami mendoakan agar Mauricio beserta seluruh stafnya, Coach Italo, Vitor, Gerson, Caio, dan Luzardi, dapat meraih kesuksesan yang lebih besar dan terus bersinar dalam perjalanan karier mereka selanjutnya," tambah Prapanca.
Menatap musim depan, Prapanca memberikan sinyal positif bahwa Persija telah aktif menjalin komunikasi dengan beberapa kandidat pelatih potensial. Proses seleksi sosok pengganti Souza dipastikan akan segera rampung dalam waktu dekat. Fokus utama manajemen adalah menemukan pelatih yang paling tepat untuk memimpin Persija dalam upaya meraih gelar juara pada kompetisi musim 2026/2027. "Kami akan segera menentukan figur yang paling sesuai untuk mengantarkan Persija meraih supremasi tertinggi di musim 2026/2027," tegasnya.
Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa Mauricio Souza meninggalkan jejak tersendiri selama membesut "Macan Kemayoran" di BRI Liga 1 2025/2026. Persija berhasil mengakhiri musim dengan menempati posisi ketiga dalam klasemen akhir. Pencapaian ini patut diapresiasi karena merupakan raihan poin tertinggi klub dalam satu dekade terakhir, sejak format kompetisi kasta tertinggi di Indonesia berubah menjadi satu wilayah. Total 71 poin berhasil dikumpulkan oleh skuad asuhan Souza.
Dalam pertandingan penutup musim yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei, Persija berhasil mengukir kemenangan meyakinkan atas Semen Padang FC yang telah dipastikan terdegradasi, dengan skor telak 3-0. Dua gol kemenangan dicetak oleh bomber andalan, Gustavo Almeida, sementara satu gol tambahan disumbangkan oleh Maxwell Souza. Hasil ini menjadi penutup yang manis bagi musim yang, meskipun tidak mencapai target utama, menunjukkan peningkatan performa tim.
Perjalanan Mauricio Souza di Persija mungkin tidak berujung pada trofi juara, namun catatan sejarah mencatat bahwa ia berhasil membawa tim ke performa terbaiknya dalam satu dekade terakhir. Kini, dengan bergantinya tampuk kepemimpinan di sisi teknis, harapan besar kembali membuncah di kalangan The Jakmania. Target juara di musim 2026/2027 menjadi visi utama yang harus diemban oleh nahkoda baru Persija Jakarta. Proses pencarian sosok ideal tersebut menjadi krusial, mengingat persaingan di kancah sepak bola Indonesia semakin ketat. Manajemen diharapkan dapat bergerak cepat dan cermat dalam memilih pelatih yang mampu menyatukan visi dan misi klub demi mengembalikan kejayaan Persija.
This article was rewritten using AI technology based on information from antaranews.com without altering the facts of the original article.






