Ribuan pendukung setia Persib Bandung, yang akrab disapa Bobotoh, tumpah ruah ke jalan-jalan utama Kota Tasikmalaya untuk merayakan pencapaian gemilang tim kesayangan mereka. Gelar juara Super League musim 2025/2026 diraih dengan penuh perjuangan, dan euforia kemenangan ini tak terbendung, mewarnai sudut-sudut kota dengan sorak sorai dan konvoi meriah. Berbagai titik strategis di Kota Tasikmalaya, mulai dari Jalan Sutisna Senjaya, Dr Soekardjo, Siliwangi, KHZ Mustofa, hingga Komplek Dadaha, dipadati oleh lautan manusia berbalut atribut kebanggaan Persib. Arus kendaraan yang terlibat dalam perayaan ini menciptakan kepadatan lalu lintas yang signifikan di sepanjang Jalan SL Tobing, Indihiang, RE Martadinata, Simpang Lima, Yudanegara, dan Ir Juanda, sebagaimana dilaporkan oleh Media Indonesia.
Perayaan kemenangan ini bukan hanya sekadar berkumpul, melainkan sebuah ekspresi kegembiraan yang meluas. Cahaya kembang api yang diluncurkan ke angkasa dan sorotan lampu dari flare menambah semarak suasana malam. Namun, di balik kemeriahan tersebut, muncul pula aspek yang sedikit mengusik kenyamanan sebagian warga. Penggunaan knalpot bising atau yang sering disebut "knalpot brong" oleh sejumlah peserta konvoi tak pelak menimbulkan kebisingan yang cukup mengganggu. Fenomena ini menjadi perhatian serius warga setempat, yang menyayangkan maraknya penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar tersebut dalam perayaan kali ini.
Salah seorang warga Kecamatan Siliwangi, Wandi (43), menyampaikan kekecewaannya terkait kebisingan yang ditimbulkan oleh knalpot brong. Menurutnya, kegiatan nonton bareng yang diselenggarakan di berbagai lokasi sebelumnya sudah memicu kemacetan, dan ditambah lagi dengan suara bising yang dihasilkan oleh kendaraan para remaja. Wandi berharap agar pihak berwenang dapat bertindak lebih tegas dalam menertibkan penggunaan knalpot yang tidak semestinya. Ia mengapresiasi upaya razia yang telah dilakukan oleh Polres Tasikmalaya Kota beberapa hari sebelumnya, namun ia merasa bahwa tindakan tersebut belum cukup maksimal. Wandi mendorong agar razia dapat dilakukan secara lebih intensif, bahkan hingga ke lingkungan sekolah, guna mencegah generasi muda terpengaruh untuk menggunakan knalpot bising.
Menanggapi antusiasme masyarakat yang begitu besar, Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, mengakui bahwa gelombang perayaan kemenangan Persib Bandung ini terasa sangat masif di wilayah Priangan Timur, khususnya di Kota Tasikmalaya. Ia memahami bahwa momen bersejarah ini menjadi kebanggaan bersama bagi seluruh warga Jawa Barat. Diky menjelaskan bahwa kepadatan arus kendaraan yang terjadi di berbagai jalur utama kota merupakan konsekuensi logis setelah masyarakat selesai menyaksikan pertandingan dan kemudian melanjutkan selebrasi dengan berkeliling kota.
Dalam kesempatan tersebut, Diky juga turut menyampaikan imbauan penting terkait ketertiban umum selama perayaan berlangsung. Ia menekankan bahwa kemenangan Persib Bandung, yang diraih dengan skor imbang 0-0 melawan Persijab Jepara untuk mengunci gelar juara Liga BRI 1, adalah kemenangan seluruh masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, Diky mengimbau agar seluruh elemen masyarakat dapat merayakan kemenangan ini dengan cara yang lebih bijak dan tidak mengganggu kenyamanan serta keamanan orang lain. Penggunaan knalpot brong, menurutnya, dapat menimbulkan gangguan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat luas. Diky berharap agar Kota Tasikmalaya tetap kondusif dan tertib meskipun tengah dirundung kebahagiaan atas prestasi tim kebanggaan mereka.
Perayaan kemenangan Persib Bandung ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional antara Bobotoh dengan tim kesayangan mereka. Antusiasme yang luar biasa ini, meskipun diiringi dengan beberapa catatan mengenai ketertiban, menjadi bukti nyata bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan dan membangkitkan semangat masyarakat. Pihak pemerintah daerah pun mengambil peran aktif dalam mengarahkan energi positif ini agar tidak menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan. Harapannya, setiap perayaan kemenangan dapat menjadi momen yang membanggakan sekaligus mendidik, mencerminkan semangat sportivitas dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kemenangan Persib Bandung di Super League musim 2025/2026 memang menjadi magnet tersendiri bagi para pendukungnya. Euforia ini tidak hanya dirasakan di Bandung, tetapi juga meluas ke berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya. Konvoi yang melibatkan ribuan Bobotoh ini menjadi salah satu bentuk apresiasi dan luapan kegembiraan yang paling terlihat. Aksi menyalakan kembang api dan flare menambah dramatisasi perayaan, menciptakan pemandangan yang spektakuler di malam hari. Namun, di sisi lain, isu mengenai penggunaan knalpot brong yang menjadi keluhan warga perlu menjadi perhatian bersama.
Wandi, salah seorang warga, secara gamblang menyuarakan keprihatinannya. Ia melihat bahwa penggunaan knalpot bising oleh sebagian remaja dalam konvoi tersebut sangat mengganggu. Ia mendesak aparat kepolisian untuk lebih tegas dalam melakukan penindakan. Wandi berpendapat bahwa razia yang sudah ada perlu diperluas cakupannya dan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk menyentuh area sekolah untuk memberikan edukasi kepada para siswa tentang pentingnya tertib berlalu lintas dan tidak menimbulkan kebisingan yang tidak perlu. Ia meyakini bahwa tindakan pencegahan sejak dini akan lebih efektif dalam membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab.
Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, mengonfirmasi tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut kemenangan Persib. Ia mengakui bahwa kepadatan lalu lintas yang terjadi di sejumlah ruas jalan utama kota adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari animo masyarakat yang begitu besar. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum. Diky mengimbau seluruh pendukung Persib untuk merayakan kemenangan dengan cara yang positif dan tidak merugikan pihak lain. Penggunaan knalpot brong, menurutnya, bukan hanya sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memicu ketidaknyamanan dan potensi gangguan keamanan bagi masyarakat luas. Ia berharap agar Kota Tasikmalaya tetap menjadi kota yang kondusif, bahkan di tengah euforia perayaan.
Kemenangan Persib Bandung dalam ajang Super League ini memang patut dirayakan. Namun, perayaan tersebut seharusnya menjadi cerminan dari kedewasaan para pendukungnya. Menjaga ketertiban, menghormati hak orang lain, dan mematuhi peraturan adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah perayaan yang sehat. Pihak berwenang, dalam hal ini kepolisian dan pemerintah daerah, memiliki peran penting dalam memfasilitasi perayaan tersebut sambil tetap memastikan ketertiban umum terjaga. Edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya tertib berlalu lintas dan tidak menimbulkan kebisingan, merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga. Dengan demikian, euforia kemenangan dapat dinikmati oleh semua pihak tanpa menimbulkan gejolak sosial yang tidak diinginkan.






