Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, tengah berada di persimpangan jalan dalam upaya menyelamatkan reputasi dan performa klub yang belakangan ini mengalami kemerosotan signifikan di kancah Serie A. Sebuah laporan eksklusif mengungkap bahwa sang taipan bisnis telah memetakan tiga opsi strategis yang berbeda untuk merombak struktur manajemen tim berjuluk Rossoneri, mulai dari pucuk pimpinan hingga lini kepelatihan. Perubahan ini dipicu oleh ketidakstabilan internal yang dirasakan sejak kepergian duo penting, Paolo Maldini dan Ricky Massara, pada pertengahan tahun 2023, yang kemudian menyerahkan kendali operasional harian kepada CEO Giorgio Furlani.
Opsi pertama yang menjadi pertimbangan utama Cardinale adalah melanjutkan estafet kepemimpinan di bawah Giorgio Furlani. Namun, skenario ini menuntut adanya revolusi di area teknis tim. Jika Furlani tetap memegang tampuk kekuasaan, maka besar kemungkinan kursi kepelatihan yang saat ini diduduki Massimiliano Allegri akan mengalami pergantian. Pihak manajemen disebut-sebut tengah mengincar Vincenzo Italiano, pelatih Bologna yang dinilai memiliki visi dan potensi untuk mengangkat performa tim. Di sisi lain, posisi Direktur Olahraga yang sebelumnya ditempati Igli Tare juga diprediksi akan diisi oleh sosok baru, dengan Tony D’Amico dari Atalanta menjadi kandidat terkuat yang dipertimbangkan. Pendekatan ini menitikberatkan pada penguatan tim dari aspek teknis, sembari mempertahankan stabilitas manajemen yang ada.
Jalur kedua yang tidak kalah menarik adalah pemberian mandat penuh kepada ikon legendaris klub, Zlatan Ibrahimovic, untuk mengendalikan arah masa depan AC Milan. Saat ini, Ibrahimovic memangku jabatan sebagai penasihat senior. Namun, dalam skenario ini, perannya diproyeksikan akan meluas secara signifikan, di mana ia akan bekerja sama erat dengan Direktur Teknik, Geoffrey Moncada. Otoritas yang diberikan kepada Ibrahimovic akan mencakup hak penuh untuk menentukan siapa yang layak mengisi kursi kepelatihan dan posisi Direktur Olahraga. Pendekatan ini mirip dengan peran yang pernah diemban oleh Fabio Paratici saat masih membela Fiorentina. Isu yang beredar menyebutkan bahwa Ibrahimovic telah proaktif menjajaki berbagai komunikasi dengan para pemangku kepentingan kunci di markas besar klub, sembari menunggu keputusan final dari Cardinale. Hal ini mengindikasikan kesiapan sang mantan penyerang untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam mentransformasi Milan.
Skenario ketiga, yang disebut-sebut paling mengejutkan dan berpotensi membawa nostalgia bagi para penggemar setia, adalah kemungkinan kembalinya sosok berpengaruh di era kejayaan AC Milan, Adriano Galliani. Dalam opsi ini, Cardinale akan mencari seorang CEO baru untuk menggantikan Giorgio Furlani. Galliani, yang saat ini berstatus bebas transfer pasca rampungnya proses penjualan klub Monza pada September 2025, dipandang sebagai figur yang tepat untuk memimpin kembali klub kota mode tersebut. Jika rencana ini terealisasi, Galliani akan kembali berkolaborasi dengan Paolo Scaroni dalam jajaran direksi klub. Kehadiran Galliani diyakini akan membawa dampak positif yang signifikan, terutama dalam memulihkan hubungan harmonis antara manajemen dan para pendukung fanatik AC Milan. Selain itu, kolaborasi antara Galliani dan Allegri, yang memiliki hubungan kerja yang baik, diprediksi akan mempertahankan Allegri di kursi kepelatihan. Untuk posisi Direktur Olahraga, nama-nama seperti Matteo Tognozzi atau Giovanni Rossi santer terdengar sebagai pendamping Galliani. Keputusan akhir untuk menentukan masa depan AC Milan dan jalur mana yang akan ditempuh kini sepenuhnya berada di tangan Gerry Cardinale, sang penentu nasib Rossoneri.
Perombakan manajemen AC Milan yang digagas oleh Gerry Cardinale ini merupakan respons langsung terhadap rentetan hasil yang kurang memuaskan di kompetisi domestik. Kepergian dua figur sentral, Paolo Maldini dan Ricky Massara, pada Mei 2023 lalu, meninggalkan kekosongan signifikan dalam struktur kepemimpinan klub. Sejak saat itu, segala keputusan operasional dan strategis tim berada di bawah kendali CEO Giorgio Furlani. Namun, performa tim yang tidak kunjung membaik membuat Cardinale berpikir ulang mengenai arah kebijakan klub.
Opsi pertama yang dipertimbangkan adalah mempertahankan Furlani sebagai pengambil keputusan utama. Namun, pendekatan ini mensyaratkan perubahan besar di sisi teknis lapangan. Jika Furlani tetap menjabat, maka Massimiliano Allegri, yang saat ini melatih tim, kemungkinan besar akan digantikan oleh pelatih baru. Nama Vincenzo Italiano, pelatih Bologna, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi tersebut. Di samping itu, untuk memperkuat lini manajerial, Tony D’Amico dari Atalanta diproyeksikan akan masuk menggantikan Igli Tare sebagai Direktur Olahraga. Strategi ini bertujuan untuk melakukan perbaikan signifikan pada aspek teknis dan operasional tim tanpa mengubah struktur kepemimpinan puncak.
Skenario kedua menawarkan sebuah revolusi kepemimpinan dengan memberikan otoritas penuh kepada Zlatan Ibrahimovic. Mantan penyerang legendaris ini, yang kini menjabat sebagai penasihat senior, diprediksi akan memainkan peran yang jauh lebih sentral dalam menentukan arah masa depan klub. Ibrahimovic diperkirakan akan berduet dengan Direktur Teknik, Geoffrey Moncada, dalam menjalankan proyek baru AC Milan. Apabila mandat ini diberikan, Ibrahimovic akan memiliki keleluasaan untuk menunjuk pelatih dan Direktur Olahraga baru sesuai dengan visi dan misinya untuk klub. Peran ini dianalogikan mirip dengan fungsi yang pernah dijalankan oleh Fabio Paratici di Fiorentina. Laporan menunjukkan bahwa Ibrahimovic telah aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait di markas besar AC Milan, sembari menanti arahan final dari Cardinale, menandakan kesiapannya untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.
Opsi ketiga, yang paling mengejutkan, adalah kemungkinan kembalinya sosok legendaris Adriano Galliani ke San Siro. Dalam skenario ini, Cardinale berencana untuk mencari seorang CEO baru yang akan menggantikan Giorgio Furlani. Galliani, yang saat ini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun setelah penjualan Monza pada September 2025, dianggap sebagai figur yang ideal untuk memimpin kembali AC Milan. Jika rencana ini terwujud, Galliani akan kembali bekerja sama dengan Paolo Scaroni dalam struktur direksi klub. Kembalinya Galliani diprediksi akan membawa dampak positif yang instan, termasuk kemungkinan mempertahankan Massimiliano Allegri di kursi kepelatihan berkat hubungan kerja yang baik di antara keduanya. Untuk posisi Direktur Olahraga, nama-nama seperti Matteo Tognozzi atau Giovanni Rossi menjadi kandidat yang santer dibicarakan untuk mendampingi Galliani. Duet Galliani dan Allegri dinilai mampu memulihkan kepercayaan publik dan memperbaiki hubungan antara manajemen dengan basis pendukung AC Milan. Keputusan akhir mengenai arah masa depan klub yang berjuluk Rossoneri ini kini sepenuhnya berada di tangan Gerry Cardinale.






