Juventus kembali menorehkan catatan negatif dalam lanjutan Serie A musim 2025-2026. Menjamu Fiorentina di markas sendiri, Stadion Allianz, Bianconeri harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 0-2. Kekalahan ini semakin mempertebal tekanan bagi tim asuhan Luciano Spalletti menjelang akhir kompetisi, sekaligus memicu kemarahan dari para pendukung setia.
Sorotan tajam tertuju pada performa Juventus yang dinilai jauh dari harapan. Para penggemar yang hadir di stadion tak mampu menyembunyikan kekecewaan mereka. Seketika peluit panjang dibunyikan, suara sumbang dan teriakan kekecewaan menggema. Puncak luapan emosi terlihat dari aksi kelompok suporter ultras yang memilih berkumpul di luar stadion setelah pertandingan. Melalui seruan dan slogan yang lantang, mereka menyuarakan ketidakpuasan terhadap manajemen dan para pemain, menuntut agar martabat serta kehormatan klub dijunjung tinggi.
Dua gol yang bersarang di gawang Juventus dicetak oleh Rolando Mandragora pada menit ke-8 dan Cher Ndour pada menit ke-33. Pertandingan yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan bagi Juventus justru diwarnai drama. Intensitas tinggi mewarnai jalannya laga, bahkan tim tamu terpaksa bermain dengan sepuluh orang setelah Luca Ranieri menerima kartu merah. Selain itu, wasit Davide Massa juga menganulir tiga gol yang tercipta sepanjang pertandingan, menambah narasi ketidakberuntungan bagi kubu tuan rumah.
Menanggapi hasil yang merugikan ini, pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menunjukkan raut wajah yang tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Dalam sesi wawancara pascapertandingan, ia memberikan respons emosional ketika disinggung mengenai krusialnya laga ini. Spalletti menyatakan bahwa memulai sebuah pertandingan dengan cara yang buruk akan berujung pada hasil yang buruk pula. Ia menolak anggapan bahwa peluang timnya untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa sudah tertutup sepenuhnya.
"Memulai dengan cara seperti ini, Anda langsung memulai dengan buruk," ujar Spalletti, merespons pertanyaan yang menyiratkan bahwa laga tersebut adalah laga terpenting yang harus dimenangkan. Ia menegaskan bahwa spekulasi mengenai akhir dari segalanya atau bahwa timnya telah "mati" adalah pandangan yang keliru. Spalletti mengakui bahwa hasil pertandingan tersebut memang buruk dan merupakan laga yang sangat penting, namun ia menekankan bahwa perjalanan tim masih terus berlanjut.
Spalletti kemudian menggarisbawahi pentingnya melihat perkembangan performa anak asuhnya sebagai sebuah proses jangka panjang. Baginya, membangun fondasi klub yang kuat membutuhkan waktu dan kesabaran. Ia menyatakan bahwa penilaiannya terhadap tim tidak hanya didasarkan pada satu pertandingan. Menurutnya, para pemain telah menunjukkan banyak hal positif dan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Ia optimis bahwa dengan fondasi yang diletakkan saat ini, tim akan mampu mencapai hal-hal penting di masa depan.
Lebih lanjut, Spalletti menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga identitas permainan dan kualitas tim di atas lapangan. Ia menekankan pentingnya Juventus untuk terus bermain dengan gaya khas mereka, serta menunjukkan karakter dan kualitas yang tinggi dalam setiap pertandingan. "Kami harus bermain sepak bola hari ini, menjaga kualitas dan kepribadian yang tinggi," pungkasnya, menggarisbawahi pentingnya menjaga standar permainan meskipun dalam situasi yang sulit.
Akibat kekalahan yang diderita, Juventus kini tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 68 poin. Posisi ini membuat mereka berada dalam posisi yang kurang menguntungkan, terutama karena kalah dalam rekor head-to-head melawan Como yang menduduki peringkat kelima dengan jumlah poin yang sama. Persaingan untuk memperebutkan tiket kompetisi Eropa semakin memanas. AC Milan dan AS Roma kini menempati peringkat ketiga dan keempat dengan masing-masing mengumpulkan 70 poin, memberikan tekanan tambahan bagi Juventus. Sementara itu, Fiorentina berhasil naik ke peringkat ke-15 setelah berhasil mengumpulkan 41 poin.
Menghadapi pekan pamungkas Serie A, Juventus dihadapkan pada sebuah keharusan untuk meraih kemenangan dalam laga derbi melawan Torino. Kemenangan tersebut menjadi tiket utama untuk menjaga asa lolos ke Liga Champions. Namun, selain berjuang di lapangan, Juventus juga harus memantau hasil pertandingan tim-tim pesaingnya. Mereka sangat bergantung pada hasil minor yang diraih oleh AC Milan, AS Roma, atau Como agar peluang mereka untuk menembus zona Liga Champions tetap terbuka. Perjuangan Juventus di pengujung musim ini dipastikan akan sangat menegangkan dan penuh drama.






