Pertarungan klasik yang sarat gengsi, Derby della Mole, akan menjadi saksi bisu penutup musim Serie A 2025/2026. Dihelat di kandang kebesaran Torino, Stadio Olimpico Grande Torino, pada Minggu, 24 Mei 2026, duel antara Torino dan Juventus bukan sekadar adu gengsi dua tim sekota. Bagi Si Nyonya Tua, laga ini adalah penentuan nasib, sebuah pertarungan hidup mati demi mengunci satu tempat di panggung prestisius Liga Champions Eropa.
Kondisi terkini Juventus menempatkan mereka dalam posisi yang cukup genting. Dengan koleksi 68 poin, tim asuhan Luciano Spalletti tertahan di peringkat keenam klasemen sementara. Jarak dua poin memisahkan mereka dari zona empat besar, yang saat ini dihuni oleh AC Milan dan AS Roma. Kemenangan di laga pamungkas ini menjadi satu-satunya jalan keluar bagi Juventus untuk menaikkan posisi mereka, sembari berharap hasil positif dari pertandingan lain yang melibatkan para pesaing langsung mereka.
Rentetan hasil kurang memuaskan, terutama kekalahan mengejutkan 0-2 dari Fiorentina di pekan sebelumnya, telah membuat posisi Juventus semakin terdesak. Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak yang membuat peluang mereka untuk lolos ke Liga Champions semakin tipis. Tekanan semakin bertambah dengan absennya beberapa pemain kunci yang krusial bagi kekuatan tim. Kenan Yildiz, talenta muda yang menjadi andalan di lini serang, dipastikan harus menepi akibat cedera betis yang cukup serius. Sementara itu, soliditas lini pertahanan terancam karena Bremer, pilar penting di jantung pertahanan, harus menjalani sanksi larangan bermain akibat akumulasi kartu kuning.
Di sisi lain, Torino yang kini dilatih oleh Roberto D’Aversa, menduduki posisi ke-12 dalam klasemen. Secara matematis, mereka tidak lagi memiliki target signifikan untuk dikejar di sisa kompetisi ini. Namun, status sebagai tuan rumah di laga derbi selalu memberikan motivasi ekstra. Torino tentu tidak ingin menjadi tim yang memupus harapan rival sekotanya untuk tampil di Liga Champions. Ambisi untuk memberikan kekalahan kepada Juventus dan mengamankan kebanggaan kota Turin akan menjadi pendorong utama bagi Il Toro.
Salah satu ancaman utama dari kubu Torino adalah Giovanni Simeone. Sang penyerang menunjukkan ketajaman yang luar biasa saat bermain di kandang sendiri, terbukti dengan catatan impresifnya yang berhasil mencetak gol dalam lima pertandingan kandang terakhir. Kemampuannya dalam memanfaatkan peluang di depan gawang patut diwaspadai oleh lini pertahanan Juventus. Meski Torino diprediksi akan mengandalkan serangan balik cepat yang menjadi ciri khas mereka, mereka juga harus menghadapi kendala absennya Guillermo Maripan yang terkena suspensi.
Melihat data statistik dan rekam jejak kedua tim, pertandingan ini diprediksi akan berjalan sangat ketat dan sarat dengan tensi tinggi. Juventus memiliki keunggulan dalam hal pertahanan, terbukti dengan jumlah kebobolan yang jauh lebih sedikit dibandingkan Torino. Juventus tercatat hanya kebobolan 32 gol sepanjang musim ini, menjadikannya salah satu tim dengan pertahanan terbaik di liga. Sebaliknya, Torino memiliki catatan kebobolan yang buruk, dengan 61 gol bersarang di gawang mereka, menjadikannya salah satu tim dengan pertahanan terburuk kedua di Serie A.
Namun, performa lima laga terakhir menunjukkan sedikit perbedaan. Juventus, meskipun mengalami kekalahan di laga terakhir, secara keseluruhan menunjukkan tren yang lebih positif dengan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Sementara itu, Torino hanya mampu meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan dalam lima pertandingan terakhirnya. Perbedaan performa ini bisa menjadi indikator bahwa Juventus memiliki modal yang lebih baik, meskipun tekanan di laga ini akan sangat berbeda.
Dalam sejarah pertemuan kedua tim, Juventus seringkali mendominasi. Namun, atmosfer derby selalu menghadirkan kejutan. Torino di kandang sendiri memiliki catatan yang cukup baik dan selalu berusaha memberikan perlawanan sengit kepada Juventus. Kehilangan pemain kunci di kedua belah pihak bisa menjadi faktor penentu yang dapat mengubah jalannya pertandingan.
Prediksi susunan pemain menunjukkan kedua tim akan berusaha menurunkan komposisi terbaik yang mereka miliki. Torino kemungkinan akan menggunakan formasi 3-4-1-2 dengan Paleari di bawah mistar gawang, didukung oleh trio Coco, Ismajli, dan Ebosse di lini belakang. Lini tengah akan diisi oleh Pedersen, Gineitis, Prati, dan Obrador, dengan Vlasic sebagai gelandang serang yang akan menyuplai bola kepada duet penyerang Simeone dan Zapata.
Sementara itu, Juventus diprediksi akan mengusung formasi 4-2-3-1. Di Gregorio akan menjaga gawang, dilindungi oleh kuartet pertahanan Kalulu, Gatti, Kelly, dan Cambiaso. Lini tengah akan diisi oleh duet Locatelli dan Koopmeiners, yang akan menjadi jangkar sekaligus penyalur bola. Lini serang Juventus akan diperkuat oleh trio Conceicao, McKennie, dan Boga yang siap mendukung Dusan Vlahovic di ujung tombak.
Pertandingan penentu ini akan diselenggarakan di Stadion Olimpico Grande Torino, Turin, pada Minggu, 24 Mei 2026. Kick-off dijadwalkan pukul 18.45 UTC atau 01.45 WIB dini hari. Kehadiran para pendukung kedua tim diprediksi akan membuat stadion bergemuruh dan menambah tensi pertandingan. Wasit yang akan memimpin pertandingan ini akan diumumkan menjelang laga.
Di kancah Serie A lainnya, terdapat beberapa perkembangan menarik. Maurizio Sarri dikabarkan mengisyaratkan akan mengakhiri masa baktinya bersama Lazio. Pelatih asal Italia ini merasa tidak didengarkan oleh manajemen klub, meskipun ia tetap mengapresiasi semangat juang para pemainnya. Lazio sendiri mengakhiri musim ini di peringkat kesembilan setelah berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Pisa SC, di mana gol perpisahan dicetak oleh Pedro. Sementara itu, Inter Milan menutup musim kompetisi dengan hasil imbang dramatis 3-3 melawan Bologna. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa persaingan di Serie A musim ini memang sangat sengit hingga pekan terakhir.






