Menjelang musim mudik, banyak orang mulai mempersiapkan rumah dan kendaraan sebelum ditinggalkan dalam waktu cukup lama. Bagi pengguna motor listrik, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu kondisi baterai kendaraan. Jangan sampai baterai dibiarkan dalam keadaan kosong atau nol saat motor ditinggal mudik.
Motor listrik mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga utama untuk menggerakkan kendaraan. Berbeda dengan motor berbahan bakar bensin, komponen baterai pada kendaraan listrik memiliki karakteristik khusus yang membutuhkan perawatan lebih cermat, terutama saat kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama.
Jika baterai dibiarkan dalam kondisi benar-benar habis, ada risiko kerusakan pada sel baterai. Pada beberapa jenis baterai, terutama baterai lithium yang banyak digunakan pada motor listrik modern, kondisi daya yang terlalu rendah dalam waktu lama dapat menyebabkan penurunan performa. Bahkan dalam beberapa kasus, baterai bisa sulit diisi ulang kembali.
Hal ini terjadi karena sel baterai membutuhkan tegangan minimum agar sistem manajemen baterai tetap stabil. Ketika daya benar-benar habis dan kendaraan dibiarkan tidak digunakan selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, sel baterai bisa mengalami penurunan kualitas yang berdampak pada kapasitas penyimpanan energi.
Akibatnya, saat motor kembali digunakan setelah mudik, pengguna mungkin akan merasakan jarak tempuh yang lebih pendek atau waktu pengisian daya yang menjadi lebih lama. Jika kerusakan sudah cukup parah, baterai bahkan bisa perlu diganti, yang tentu memerlukan biaya tidak sedikit.
Karena itu, para produsen kendaraan listrik biasanya menyarankan pengguna untuk tidak membiarkan baterai berada pada level nol saat motor tidak digunakan. Sebaiknya baterai disimpan pada kondisi daya tertentu agar tetap stabil selama masa penyimpanan.
Idealnya, baterai motor listrik disisakan sekitar 40 hingga 60 persen sebelum kendaraan ditinggalkan. Level ini dianggap aman karena tidak terlalu penuh namun juga tidak terlalu kosong. Dengan kondisi tersebut, sel baterai tetap berada dalam keadaan stabil selama kendaraan tidak digunakan.
Selain menjaga kapasitas baterai, pengguna juga disarankan menyimpan motor listrik di tempat yang teduh dan memiliki suhu relatif stabil. Paparan panas berlebihan, terutama dari sinar matahari langsung, dapat memengaruhi kondisi baterai serta komponen elektronik lainnya.
Jika motor listrik memiliki baterai yang dapat dilepas, pengguna juga bisa mempertimbangkan untuk menyimpannya di dalam rumah. Penyimpanan di ruangan dengan suhu normal biasanya lebih aman dibandingkan meninggalkan baterai di luar ruangan dalam waktu lama.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah memastikan kendaraan dalam kondisi mati sepenuhnya. Beberapa motor listrik memiliki sistem elektronik yang tetap aktif dalam mode tertentu. Jika dibiarkan, sistem ini bisa menguras daya baterai secara perlahan selama kendaraan tidak digunakan.
Untuk menghindari hal tersebut, pengguna dapat memeriksa kembali apakah semua sistem sudah dimatikan sebelum meninggalkan kendaraan. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga baterai tetap dalam kondisi baik.
Saat ini berbagai produsen motor listrik seperti Gesits, Yadea, hingga NIU Technologies juga memberikan panduan serupa terkait penyimpanan kendaraan listrik.
Perawatan yang tepat tidak hanya membantu menjaga performa baterai, tetapi juga memperpanjang usia pakai kendaraan secara keseluruhan. Mengingat baterai merupakan salah satu komponen paling mahal pada motor listrik, menjaga kondisinya menjadi langkah penting agar kendaraan tetap awet.
Dengan memastikan baterai tidak kosong saat motor listrik ditinggal mudik, pengguna dapat menghindari potensi kerusakan yang tidak diinginkan. Ketika kembali dari perjalanan, kendaraan pun bisa langsung digunakan tanpa khawatir mengalami masalah pada sistem baterai.





