Momentum Geopolitik Picu Lonjakan Minat Konsumen pada Kendaraan Roda Dua Listrik

Fitra Eri

Jakarta – Ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta dampaknya terhadap pasokan minyak global, tampaknya turut memicu gelombang baru ketertarikan masyarakat terhadap motor listrik. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mencatat adanya indikasi peningkatan minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan ini, seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tak terhindarkan.

Riniwaty Sinaga, Executive Public Relation and Event AISMOLI, mengonfirmasi fenomena ini. Beliau menyatakan bahwa lonjakan minat terhadap motor listrik semakin terasa, terutama pasca kenaikan harga BBM yang dipicu oleh gejolak di Selat Hormuz. "Kami mengamati adanya peningkatan minat yang signifikan terhadap sepeda motor listrik, khususnya sejak harga BBM mengalami kenaikan sebagai imbas dari konflik yang terjadi di kawasan Selat Hormuz," ujar Riniwaty ketika dihubungi dari Jakarta pada Kamis.

Lebih lanjut, Rini memaparkan data yang cukup mencengangkan. Penerbitan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) untuk sepeda motor listrik menunjukkan peningkatan yang impresif, mencapai 56 persen pada periode Januari hingga Februari tahun 2026. Data ini, menurut Rini, merupakan cerminan dari kesiapan produsen untuk memasarkan produknya. "Pada bulan Januari dan Februari 2026, tercatat masing-masing sebanyak 3.565 dan 3.066 SRUT sepeda motor listrik yang diterbitkan. Angka ini naik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025, di mana masing-masing hanya tercatat 2.103 SRUT dan 2.158 SRUT," jelasnya.

SRUT sendiri merupakan dokumen penting yang menandakan bahwa sebuah kendaraan telah berhasil melewati serangkaian uji tipe dan dinyatakan layak untuk dipasarkan. Dengan demikian, data SRUT secara tidak langsung menggambarkan potensi pasokan kendaraan yang akan tersedia di pasar dari para produsen. Rini menambahkan bahwa para produsen biasanya akan merespons indikasi peningkatan permintaan dengan menggenjot produksi dan memperluas jaringan distribusi. "Proses pengurusan SRUT biasanya dilakukan oleh Agen Pemegang Merek (APM) ketika mereka melihat adanya potensi penjualan atau bahkan ketika ada pemesanan (booking)," terangnya.

Meskipun demikian, Rini mengingatkan bahwa peningkatan minat konsumen terhadap kendaraan listrik belum tentu serta merta berbanding lurus dengan peningkatan volume pembelian. "Ini adalah tren yang sangat positif, meskipun perlu diakui bahwa adopsinya belum merata di seluruh segmen pasar. AISMOLI mencatat bahwa minat yang muncul saat ini masih banyak berada pada tahap penjajakan atau eksplorasi awal," ungkapnya.

Keputusan akhir konsumen untuk melakukan pembelian kendaraan listrik, menurut Rini, masih sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor krusial. Faktor-faktor tersebut meliputi harga awal kendaraan, kemudahan akses terhadap fasilitas pembiayaan, serta kesiapan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya. "Hambatan nyata masih ada, terutama terkait dengan harga awal kendaraan, ketersediaan opsi pembiayaan yang terjangkau, dan kesiapan infrastruktur. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat mayoritas pengguna kendaraan roda dua di Indonesia berasal dari kalangan menengah ke bawah," paparnya.

Kenaikan harga BBM saat ini, menurut Rini, bisa menjadi momentum yang sangat baik untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. "Tantangan besar yang kita hadapi ke depan adalah bagaimana mengkonversi momentum positif ini menjadi adopsi jangka panjang, bukan sekadar respons sesaat terhadap fluktuasi harga BBM," katanya.

Untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan, Rini menekankan perlunya kehadiran kebijakan yang tepat sasaran serta upaya peningkatan sarana dan prasarana pendukung. Selain itu, kolaborasi yang erat antara pemerintah, para pelaku industri, dan lembaga pembiayaan sangat diperlukan untuk menciptakan solusi praktis yang dapat memudahkan masyarakat dalam bertransisi menuju kendaraan elektrik.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from antaranews.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags