Jakarta – Merek yang identik dengan perangkat elektronik konsumer, Xiaomi, kini merambah dunia otomotif dengan meluncurkan sebuah SUV performa tinggi yang diberi nama YU7 GT. Pengumuman resmi ini disampaikan dalam sebuah acara bertajuk "Human x Car x Home" yang digelar di Tiongkok pada Kamis malam (21/5). Kendaraan ini dipasarkan dengan banderol awal yang cukup fantastis, yaitu mulai dari 389.900 yuan, yang setara dengan kisaran Rp1 miliar.
Penamaan "GT" pada YU7 GT bukanlah sekadar label. Merujuk pada istilah Italia "Gran Turismo" yang berarti "perjalanan besar" atau "tur hebat", penamaan ini secara jelas merefleksikan ambisi Xiaomi untuk memposisikan SUV ini sebagai kendaraan kelas balap yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman perjalanan jarak jauh yang superior.
Di balik kap mesinnya, YU7 GT ditenagai oleh jantung pacu V8s EVO besutan Xiaomi. Mesin ini memiliki kemampuan putaran maksimum yang impresif hingga 28.000 rpm. Konfigurasi mesin yang buas ini mampu menyemburkan tenaga puncak hingga 738 kW atau setara dengan 990 tenaga kuda. Performa buas ini memungkinkan YU7 GT untuk mencapai akselerasi dari titik diam hingga 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 2,92 detik. Sementara itu, kecepatan tertingginya mampu menembus angka 300 kilometer per jam, sebuah capaian yang mengagumkan untuk sebuah SUV.
Tidak hanya berfokus pada performa mentah, Xiaomi juga memperhatikan aspek mobilitas dan efisiensi energi. YU7 GT dibekali dengan baterai jenis lithium ternary berkapasitas 101,7 kWh. Baterai ini dibangun di atas platform tegangan tinggi SiC 897V, yang menawarkan kemampuan pengisian daya super cepat. Dalam kurun waktu 15 menit pengisian daya, baterai ini diklaim mampu menambah jarak tempuh hingga 570 kilometer. Untuk jarak tempuh total, kendaraan ini mampu mencapai 705 kilometer berdasarkan standar pengujian kendaraan ringan Tiongkok (CLTC).
Xiaomi tidak main-main dalam menyematkan teknologi sasis yang canggih pada YU7 GT. Kendaraan ini dilengkapi dengan Jiaolong Chassis Master Edition. Paket ini mencakup peredam kejut CDC (Continuous Damping Control) dengan katup ganda yang memungkinkan penyesuaian redaman secara dua arah. Selain itu, terdapat pula suspensi udara ruang ganda tertutup yang memberikan kontrol ketinggian dan kekakuan secara independen. Fitur lain yang tak kalah penting adalah electronic limited-slip differential (eLSD), yang mampu mendistribusikan daya antara roda belakang secara presisi dalam hitungan milidetik, memastikan traksi optimal di berbagai kondisi jalan.
Sistem pengereman YU7 GT juga patut diacungi jempol. Xiaomi memilih untuk mengintegrasikan cakram carbon-ceramic berukuran besar yang dipadukan dengan kaliper performa tinggi dari Akebono. Konfigurasi kalipernya terdiri dari enam piston di bagian depan dan empat piston di bagian belakang. Kombinasi ini menghasilkan performa pengereman yang luar biasa, mampu menghentikan kendaraan dari kecepatan 100 km per jam hanya dalam jarak 32,9 meter. Lebih mengesankan lagi, sistem pengereman ini mampu mempertahankan performanya tanpa penurunan kualitas bahkan setelah melakukan sepuluh kali pengereman intensif dari kecepatan 180 km per jam hingga berhenti secara berturut-turut.
Untuk memanjakan konsumennya, Xiaomi menawarkan YU7 GT dalam lima pilihan warna eksterior yang elegan: Crimson Red, Volcanic Grey, Obsidian Black, Pearl White, dan Titanium. Nuansa kemewahan tidak hanya terasa di luar, namun juga merasuk ke dalam kabin. Interior YU7 GT dilapisi dengan material Alcantara seluas 2,3 meter persegi. Fitur-fitur premium seperti kursi pijat, panoramic roof dengan kemampuan peredupan pintar, serta sistem audio canggih dengan 25 speaker yang mendukung fitur Active Noise Cancellation dan Dolby Atmos turut melengkapi pengalaman berkendara.
Peluncuran YU7 GT ini menandai langkah serius Xiaomi di industri otomotif, menunjukkan bahwa perusahaan ini mampu bersaing tidak hanya dalam teknologi digital, tetapi juga dalam segmen kendaraan berperforma tinggi yang membutuhkan inovasi dan rekayasa teknik yang matang.
This article was rewritten using AI technology based on information from antaranews.com without altering the facts of the original article.






