Pembangunan Jamban Komunal Timbulkan Bau Menyengat, Warga Desa Semayu Bergejolak

oleh -

WONOSOBO – Pembangunan Jamban Komunal yang baru diselesaikan 2 bulan dengan memakan anggaran negara sebesar Rp. 315.000.000 di Desa Semayu, Kec. Selomerto, Kab. Wonosobo menyisakan gejolak di masyarakat.

Pasalnya, Jamban Komunal sebanyak 6 titik di Desa Semayu tersebut menimbulkan dampak polusi dan bau yang menyengat.

Ahmad Fauzi, salah satu warga setempat menyampaikan keluhannya.

“Saya dan banyak warga ketika dimintai persetujuan oleh perangkat desa menyampaikan tidak setuju dengan rencana pembangunan Jamban Komunal tersebut, namun masih tetap di bangun. Saya dari awal hingga sekarang masih tetap memprotes, apalagi kini warga desa kami merasakan pencemaran (polusi bau) yang sangat mengganggu. Apapun kebijakan pemerintah harusnya di pertimbangkan dampak lingkungannya, saya yakin proyek Jamban Komunal ini tidak ada amdalnya ” jelas Fauzi.

Ahmad Fauzi mengaku telah mengirimkan surat aduan kepada Kepala Desa lewat Kadus Semayu, tapi belum ada tanggapan sama sekali.

“Saya sudah layangkan surat protes ke Kepala Desa, melalui kadus Semayu, namun belum ada respon. Dan Kades tidak bisa di temui, Senin saya rencananya akan melaporkan hal tersebut ke Kepala PUPR Wonosobo”. Imbuh Fauzi.

Beberapa wargapun menginformasikan hal itu kepada LSM Gerak Merdeka.

Berdasarkan informasi warga tersebut, Setiawan, ketua LSM Gerak Media mengajak Tim Media untuk melakukan investigasi ke TKP.

Nampak saat di lokasi, Setiawan, ketua LSM Gerak Merdeka sempat berkomunikasi via telephon dengan Kepala PUPR Wonosobo, Nurudin, membahas terkait laporan warga Semayu tersebut dan meminta Nurudin untuk segera melakukan langkah – langkah guna mengatasi persoalan tersebut.

Namun dengan santai, Nurudin menjawab “Itu mungkin karena baru Mas, jadi bakteri pengurai belum sepenuhnya bekerja, mohon dibantu berikan edukasi ke masyarakat yang protes” pesan Nurudin via call kepada Ketua LSM GM didepan awak media.

Di bantah oleh Setiawan…! Lo ini kan tugas Pemerintah untuk menyampaikan sosialisasi program, kami hanya mendampingi masyarakat untuk mendapatkan solusi persoalan ini, jawab Setiawan.

Atas perdebatan tersebut, sore harinya Umi, salah satu pegawai PUPR atas perintah Nurudin (Kadis PUPR) menghubungi Kepala Desa untuk segera diselesaikan persoalan tersebut dan mengirimkan Tim PUPR 2 personil untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.

“Menurut pemeriksaan petugas, ada temuan bangunan yang retak dan pipa sirkulasi dipotong terlalu pendek, sehingga bau menyebar ke penduduk sekitar”.

Sabtu, 9/10 sekira jam 08.00 Tim Media bersama LSM Gerak Merdeka mendatangi Kantor Desa Semayu, didampingi perangkat desa dan komponen desa, Kades Semayu Lukito Aji menyampaikan “Saya kaget di telephon Bu Umi dari PUPR karena ada laporan dari LSM atas informasi warga yang memprotes karena terjadinya polusi udara berkaitan pembangunan jamban komunal di lokasi Semayu”.

Setelah menjelaskan kepada Tim investigasi gabungan LSM dan Media, dilanjutkan tinjauan kelokasi. Hadir di TKP Ketua BPD Semayu (Syarif), KSM selaku pelaksana pekerjaan, serta anggota TLF ( Muhammad Toha ) selaku fasilitator program kegiatan.

“Ini program kementrian PUPR bidang Sanitasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, jadi kalau jambanisasi ini bau memang tidak dipungkiri namun bau yang di timbulkan adalah bau sehat, tidak mengganggu kesehatan”, terang Toha.

“Program pemerintah ini harus dijalankan karena jamban masyarakat saat ini langsung mengalir di kolam warga dan sungai desa, hal tersebut dapat menimbulkan penyakit dan lebih berbahaya, juga dengan program komunal ini diharapkan akan menghapus angka kemiskinan di Wonosobo ” imbuh Toha.

Dalam pelaksanaan program jambanisasi ini menurut Toha kendalanya ada di sosial masyarakat, karena masyarakat menganggap jamban tersebut bisa menjadi persoalan.

“Memang agak sulit merubah pola hidup masyarakat yang sudah menjadi budaya”.

Kepala desa menambahkan, Kita akan ambil hikmahnya dari persoalan yang terjadi. Dan akan kami cari solusi nya, sosialisasi sudah berkali – kali kami lakukan berkaitan dengan program komunal maupun program-program desa lainnya. Saya akan terus melakukan pembangunan di desa kami dengan sebaik-baiknya, tak heran masyarakat tidak sepenuhnya mendukung tapi tidak berarti saya tidak melakukan apa – apa.

Sebagai orang yang dituakan di Desa Semayu bersama komponen masyarakat tetap melakukan perbaikan dan pembangunan di desa kami ” tegas Kepala Desa.

Setelah investigasi lapangan, Kades Semayu bersama unsur terkait Desa Semayu memberikan apresiasi LSM GM dan Tim Media atas keseimbangan informasi dan klarifikasi, sehingga informasi untuk masyarakat tidak simpang siur dan dimanfaatkan pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab.

Reporter : Wawan
Editor : Bagus