Ancaman Senjata Hipersonik Rusia: Mengapa Ukraina Dihantui Rudal Oreshnik?

Dedi Irfan

Ketegangan di Ukraina kembali memuncak menyusul serangan dahsyat Rusia yang mengguncang Kyiv. Bukan sekadar serangan biasa, kali ini Rusia dilaporkan mengerahkan senjata yang menimbulkan kekhawatiran mendalam: rudal hipersonik Oreshnik. Peluncuran sekitar 90 rudal dan 600 drone pada Minggu lalu, yang mengakibatkan empat korban jiwa dan puluhan luka-luka, membuka kembali diskusi tentang kemampuan militer Rusia yang semakin canggih dan berpotensi mengerikan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara eksplisit menyebutkan penggunaan rudal hipersonik Oreshnik dalam serangan tersebut. Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Kekhawatiran Ukraina, dan dunia pada umumnya, terhadap Oreshnik bersumber dari kombinasi beberapa faktor yang menjadikannya senjata yang patut diwaspadai.

Pertama, statusnya sebagai rudal hipersonik menjadi ancaman utama. Rudal ini mampu melesat dengan kecepatan luar biasa, mencapai Mach 11 atau sekitar 13.580 kilometer per jam. Kecepatan yang ekstrem ini diklaim membuatnya hampir mustahil untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara yang ada saat ini. Kemampuan untuk bergerak dengan kecepatan supersonik ini memberikan keuntungan taktis yang signifikan bagi pihak penyerang, mengurangi waktu reaksi bagi pertahanan musuh hingga hampir nol.

Namun, kecepatan bukanlah satu-satunya aspek yang menakutkan dari Oreshnik. Faktor kedua yang membuat rudal ini menjadi momok adalah potensinya untuk membawa hulu ledak nuklir. Sebagai rudal balistik jarak menengah (IRBM), Oreshnik memiliki jangkauan operasional antara 3.000 hingga 5.500 kilometer. Jangkauan ini memungkinkan rudal tersebut untuk mencapai hampir seluruh wilayah Benua Eropa dari pangkalan peluncurannya di Rusia. Artinya, tidak ada satu pun negara di Eropa yang dapat merasa sepenuhnya aman dari ancaman Oreshnik, terutama jika dilengkapi dengan senjata pemusnah massal.

Ancaman terhadap Eropa semakin nyata ketika kita melihat faktor ketiga: daya hancur yang luar biasa. Presiden Amerika Serikat Vladimir Putin pernah mengklaim bahwa ledakan yang dihasilkan oleh Oreshnik dapat mencapai suhu sepanas permukaan matahari. Deskripsi ini mengindikasikan kemampuan destruktif yang tak terbayangkan, di mana segala sesuatu di pusat ledakan akan lenyap tak bersisa, berubah menjadi debu. Kemampuan ini menunjukkan bahwa Oreshnik bukan hanya rudal biasa, melainkan sebuah senjata yang dapat mengubah lanskap pertempuran secara drastis.

Lebih lanjut, Oreshnik memiliki kemampuan untuk membawa lebih dari satu hulu ledak, bahkan hingga enam hulu ledak sekaligus. Ini dimungkinkan oleh penggunaan sistem Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicle (MIRV). Sistem MIRV memungkinkan setiap hulu ledak untuk diarahkan ke target yang berbeda secara independen. Konsekuensinya adalah satu rudal Oreshnik dapat melancarkan hingga 36 serangan udara terpisah, setara dengan serangan gabungan dari 36 rudal jet tempur. Dr. Nah Liang Tuang, seorang peneliti di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), menjelaskan bahwa bahkan dengan hulu ledak konvensional yang berdaya ledak tinggi, kemampuan ini saja sudah cukup untuk menghancurkan banyak target. Ia menyimpulkan bahwa satu rudal Oreshnik dapat setara dengan satu serangan udara skala penuh.

Kekhawatiran Ukraina semakin meningkat mengingat mereka tidak memiliki sistem rudal anti-balistik yang memadai untuk menangkis ancaman seperti Oreshnik. Kemampuan rudal ini untuk menembus pertahanan menjadi tantangan besar bagi strategi pertahanan Ukraina.

Faktor keenam yang menambah daftar ancaman Oreshnik adalah kemampuannya untuk menghancurkan bunker yang berada beberapa lantai di bawah tanah, bahkan dilaporkan hingga kedalaman 3-4 lantai. Ini berarti target-target yang berlindung di fasilitas bawah tanah yang dianggap aman sekalipun tidak luput dari jangkauan destruktif Oreshnik.

Dengan gabungan keenam faktor mengerikan ini, kekhawatiran Presiden Zelensky dan pemerintah Ukraina sangatlah beralasan. Jika Rusia memutuskan untuk menggunakan hulu ledak nuklir pada rudal Oreshnik, konsekuensinya bagi Ukraina dan kawasan sekitarnya akan menjadi bencana besar yang tak terbayangkan. Ancaman ini bukan lagi sekadar potensi, melainkan sebuah realitas yang membutuhkan perhatian serius dari komunitas internasional.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from inet.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags