Meskipun usianya terus bertambah, pendiri raksasa teknologi Microsoft, Bill Gates, belum menunjukkan tanda-tanda untuk melepaskan diri dari hiruk pikuk dunia kerja. Ia secara tegas menyatakan keinginannya untuk terus berkarya, bahkan hingga dua atau tiga dekade ke depan, dengan syarat utama kesehatan fisiknya tetap prima. Pengakuan ini disampaikannya dalam sebuah sesi wawancara eksklusif dengan CNBC yang merupakan bagian dari seri ‘Make It’, yang tayang perdana pada 18 September 2024.
Lebih jauh lagi, Gates mengutarakan bahwa konsep bekerja paruh waktu terdengar kurang menarik baginya. Ia mengaku menemukan banyak inspirasi dari sosok sahabat karibnya, Warren Buffett, sang CEO Berkshire Hathaway yang kini telah berusia lebih dari 94 tahun namun tetap produktif. "Sahabat saya, Warren Buffett, masih saja menyempatkan diri datang ke kantornya enam hari dalam seminggu," ujar Gates, seperti dikutip dari pemberitaan CNBC pada Selasa, 27 Mei 2026. Ia pun menyematkan harapannya agar kondisi kesehatannya kelak memungkinkan dirinya untuk meniru dedikasi Buffett.
Ambisi Gates tidak berhenti pada keinginan untuk tetap aktif bekerja. Ia memiliki segudang proyek yang masih ingin digarapnya dengan sungguh-sungguh. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan dan keberlanjutan program-program yang dijalankan oleh Gates Foundation. Yayasan filantropi yang didirikannya ini, menurut laporan, telah menginvestasikan miliaran dolar untuk upaya pemberantasan penyakit mematikan seperti polio dan malaria, serta penanganan masalah akses air bersih dan isu-isu global lainnya.
"Yayasan kami akan merayakan seperempat abad keberadaannya tahun depan, tepatnya pada tahun 2025," ungkap Gates. Ia menambahkan bahwa pencapaian pemberantasan polio dan malaria masih menjadi target yang belum tercapai, dan ia memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap tujuan-tujuan tersebut. "Kami bertekad untuk dapat menekan angka kematian anak-anak hingga separuhnya lagi," tegasnya.
Namun, lintasan karier Gates yang gemilang ini tampaknya kini dibayangi oleh serangkaian kontroversi yang berpotensi mengikis reputasinya. Gates sendiri telah mengakui adanya perselingkuhan dengan dua wanita asal Rusia saat dirinya masih berstatus suami Melinda French. Selain itu, ia juga pernah menjadi sasaran kritik terbuka dari berbagai tokoh publik ternama di masa lalu. Reputasinya semakin tercoreng akibat hubungan kontroversialnya dengan tokoh kontroversial Jeffrey Epstein.
Menyadari dampak negatif dari berbagai skandal tersebut, Gates bahkan harus menghadapi pertanyaan langsung mengenai hubungannya dengan Epstein dalam sebuah forum internal Gates Foundation yang digelar di Seattle pada Februari 2026. Dalam kesempatan itu, ia secara terbuka mengakui kesalahannya. "Saya telah melakukan kesalahan yang sangat besar," ujar Gates di hadapan para hadirin. Ia menambahkan, "Reputasi kita dipertaruhkan, dan apa untungnya dari semua itu? Jika dilihat ke belakang, tidak ada. Oleh karena itu, saya memohon maaf kepada semua pihak yang terseret ke dalam permasalahan ini akibat kekeliruan yang saya perbuat."
Berbagai skandal yang melilitnya ini diperkirakan akan menjadi tantangan signifikan bagi Gates dalam perannya sebagai figur sentral dan pendukung utama Gates Foundation. Bahkan, dampak dari isu-isu ini telah merambah ke ranah persahabatannya dengan Warren Buffett. Kabar menyebutkan bahwa Buffett telah mengambil langkah untuk menghentikan kontribusinya dalam bentuk sumbangan miliaran dolar kepada organisasi tersebut, sebuah keputusan yang menunjukkan betapa seriusnya isu yang dihadapi Gates. Meskipun demikian, semangat dan dedikasi Bill Gates untuk terus berkontribusi pada dunia melalui berbagai inisiatif kemanusiaan tetap menjadi sorotan, meski jalan yang ditempuhnya kini dipenuhi kerikil tajam dari masa lalu.
This article was rewritten using AI technology based on information from inet.detik.com without altering the facts of the original article.






