Menjelajahi Jejak Hijau Telkomsel: Inovasi Digital Berpadu Kelestarian Lingkungan

Dedi Irfan

Di tengah pesatnya penetrasi digital dan kebutuhan konektivitas yang terus meroket di seluruh penjuru nusantara, operator seluler raksasa, Telkomsel, kembali menegaskan dedikasinya yang mendalam terhadap upaya pelestarian lingkungan. Komitmen ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah fondasi strategi bisnis yang terintegrasi, memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan selaras dengan kesehatan ekosistem dan kesejahteraan sosial.

Menyikapi peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pucuk pimpinan Telkomsel, melalui Direktur Utama Nugroho, menyampaikan sebuah visi yang jelas: kemajuan bisnis harus senantiasa diimbangi dengan prinsip keberlanjutan. Ia menekankan bahwa inovasi dan ekspansi perusahaan akan terus didorong untuk menghasilkan dampak positif yang semakin signifikan, baik dalam hal perluasan jangkauan layanan maupun kedalaman kualitas kontribusi terhadap kelestarian. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa Telkomsel tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga pada bagaimana infrastruktur tersebut dapat dibangun dan dioperasikan secara bertanggung jawab terhadap bumi.

Strategi keberlanjutan Telkomsel terangkum apik dalam tiga pilar utama yang menjadi panduan operasionalnya: Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi. Ketiga pilar ini mencerminkan pendekatan holistik yang mencakup aspek pemberdayaan masyarakat, keamanan informasi, dan perlindungan lingkungan.

Melalui pilar Jaga Cita, Telkomsel secara aktif berupaya memperluas akses digitalisasi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Bukti nyata komitmen ini terlihat dari capaian tahun 2025, di mana perusahaan berhasil melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome untuk segmen B2C. Jaringan yang kokoh, terdiri dari lebih dari 293 ribu menara Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di seluruh negeri, menjadi tulang punggung pencapaian ini, bahkan menjangkau lebih dari 360 desa yang sebelumnya belum tersentuh sinyal. Lebih dari sekadar konektivitas, Telkomsel juga menginvestasikan sumber dayanya untuk pemberdayaan digital. Sekitar 90 ribu individu, mulai dari pelajar, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), berbagai komunitas, hingga talenta muda, telah merasakan manfaat program-program sosial berbasis digital yang digagas perusahaan. Tak lupa, pengembangan sumber daya manusia internal juga menjadi prioritas, dengan fokus pada peningkatan keahlian di bidang-bidang krusial seperti kecerdasan buatan (AI), keamanan siber (cybersecurity), dan ilmu data (data science).

Selanjutnya, pilar Jaga Data menegaskan komitmen Telkomsel terhadap keamanan dan privasi informasi pelanggan. Di era digital yang penuh dengan potensi ancaman siber, perusahaan ini secara konsisten memperkuat tata kelola keamanan informasinya dengan mengadopsi standar internasional yang ketat, seperti ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010. Implementasi standar-standar ini bertujuan untuk memastikan data pelanggan terlindungi sepenuhnya, membangun kepercayaan yang kokoh, dan meminimalkan risiko kebocoran atau penyalahgunaan informasi di tengah meningkatnya lanskap ancaman siber.

Pilar Jaga Bumi menjadi bukti nyata kepedulian Telkomsel terhadap lingkungan alam. Berbagai inisiatif strategis telah diluncurkan untuk mengurangi jejak karbon dan dampak ekologis dari operasionalnya. Hingga tahun 2025, sebanyak 361 menara BTS telah beralih menggunakan sumber energi terbarukan, yaitu energi surya (solar panel) dan mikrohidro. Komitmen ini meluas hingga pengelolaan limbah elektronik yang didasarkan pada prinsip "recycle, reuse, dan refurbish," memastikan bahwa limbah dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang dengan cara yang bertanggung jawab. Bahkan, seluruh kemasan kartu SIM kini telah sepenuhnya menggunakan material ramah lingkungan. Upaya mitigasi dampak perubahan iklim juga dilakukan melalui penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove, sebuah langkah konkret dalam program carbon offsetting. Selain itu, Telkomsel juga berupaya memperkuat ketahanan infrastrukturnya agar mampu bertahan dari berbagai risiko yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

Dampak positif dari agenda keberlanjutan Telkomsel tidak hanya terasa pada aspek lingkungan, tetapi juga meluas ke ranah ekonomi. Sepanjang tahun 2025, perusahaan ini mencatat distribusi kembali sekitar 83% dari total pendapatannya kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, para pemegang saham, mitra pemasok, dan tentu saja, para karyawannya. Penguatan ekosistem bisnis juga terlihat jelas melalui dukungan terhadap lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, turut menggerakkan roda perekonomian lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Diaz F. M. Hendropriyono, memberikan apresiasi mendalam terhadap peran penting dunia usaha dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin mendesak. Beliau menekankan bahwa perubahan iklim bukanlah ancaman di masa depan, melainkan kenyataan yang dampaknya telah dan akan terus dirasakan secara luas. Oleh karena itu, sektor bisnis diharapkan mengambil peran yang lebih proaktif dalam mendorong praktik-praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan. Diaz F. M. Hendropriyono secara khusus mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun bergerak di sektor non-ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap isu keberlanjutan. Ia menambahkan bahwa perusahaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan akan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dan memiliki nilai tambah yang signifikan di mata masyarakat, khususnya generasi mendatang.

Agenda keberlanjutan yang dijalankan Telkomsel ini merupakan bagian integral dari strategi besar "GoZero" yang digagas oleh Telkom Group, sebuah inisiatif ambisius yang menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060. Melalui serangkaian inisiatif yang terstruktur dan terukur ini, Telkomsel semakin mempertegas posisinya, tidak hanya sebagai penyedia layanan telekomunikasi terdepan, tetapi juga sebagai motor penggerak utama dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan dan bertanggung jawab di Indonesia.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from inet.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags