Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan ibadah kurban dengan menyumbangkan total 1.098 ekor sapi untuk merayakan Idul Adha 1447 Hijriyah. Di antara jajaran hewan kurban yang diserahkannya, seekor sapi jenis Simental dengan bobot mencengangkan mencapai 1,3 ton menjadi sorotan utama. Hewan ternak raksasa ini didedikasikan untuk Masjid Istiqlal, pusat keagamaan negara di Jakarta Pusat.
Penyediaan hewan kurban ini merupakan bagian dari program bantuan kemasyarakatan presiden yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan total alokasi dana sebesar Rp 100 miliar. Langkah ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat untuk menjalankan salah satu ibadah terpenting dalam Islam.
Sapi Simental, yang menjadi bintang dalam sumbangan kali ini, memang dikenal memiliki ukuran tubuh yang luar biasa. Menurut catatan dari sumber terpercaya, sapi jantan dari ras ini dapat memiliki bobot antara 1.050 hingga 1.300 kilogram, sementara betinanya berkisar antara 700 hingga 900 kilogram. Rentang usia produktif sapi Simental umumnya mencapai 1 hingga 1,5 tahun, dengan harapan hidup alami yang bisa mencapai 15 hingga 20 tahun. Keunggulan fisiologis inilah yang menjadikannya pilihan favorit dalam dunia peternakan, baik untuk produksi daging maupun susu.
Lebih dari sekadar sumber daging, sapi Simental juga memiliki nilai ekonomis dan nutrisi dari hasil susunya yang dapat dikonsumsi. Keberagaman manfaat ini kian menambah daya tariknya. Nama ‘Simental’ sendiri berasal dari lembah Sungai Simme di Swiss, tempat pertama kali ras sapi ini dikembangkan. Secara geografis, keberadaan mereka kini telah merambah ke seluruh benua, dengan estimasi populasi global mencapai 40 hingga 60 juta ekor, meskipun mayoritas masih terkonsentrasi di Eropa.
Ciri khas fisik sapi Simental meliputi corak bulu yang unik, seringkali berupa punggung yang dihiasi bercak putih, kepala yang dominan putih, dan terkadang bagian bahu yang juga berwarna putih. Palet warna mereka pun bervariasi, mulai dari keemasan, merah, hingga putih bersih, memberikan penampilan yang menarik.
Aspek nutrisi sapi Simental, seperti sapi pada umumnya, sangat bergantung pada asupan makanan yang kaya. Sebagai herbivora, mereka membutuhkan berbagai jenis pakan untuk mendukung metabolisme dan produksi susu yang optimal. Menu makanan mereka umumnya terdiri dari rumput silase, jerami berkualitas, alfalfa, biji-bijian, dan jagung. Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi, seringkali ditambahkan jelai, gandum, serta mineral dan vitamin esensial. Dalam kesehariannya, sapi membutuhkan asupan air yang cukup besar, rata-rata sekitar 25 galon per hari, untuk menjaga hidrasi dan kelancaran fungsi tubuh.
Tradisi Presiden menyumbangkan sapi Simental untuk kurban bukanlah hal baru. Pada tahun sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah menyumbangkan seekor sapi Simental dengan bobot 845 kilogram yang berusia lebih dari empat tahun. Hewan kurban yang kala itu diberi nama Bruno ini dibeli dari peternak lokal bernama Suyatno, yang mengelola Rojo Koyo Farm di Surabaya.
Menjelang momen Idul Adha, Suyatno memberikan perawatan ekstra kepada Bruno. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan sapi tersebut. Perawatan khusus ini mencakup pijat lembut, penyediaan alas karpet untuk kenyamanan, pemutaran musik yang menenangkan, serta penggunaan kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara yang baik. Upaya ini menunjukkan dedikasi peternak dalam mempersiapkan hewan kurban terbaik, yang sejalan dengan niat mulia pemiliknya.
Keberadaan sapi Simental seberat 1,3 ton yang disumbangkan Presiden Prabowo ini tidak hanya menjadi simbol kedermawanan, tetapi juga pengingat akan pentingnya ras sapi unggul dalam memenuhi kebutuhan pangan dan tradisi keagamaan. Sapi ini, bersama dengan ratusan sapi lainnya, akan menjadi bagian dari perayaan Idul Adha, menyebarkan keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat.
This article was rewritten using AI technology based on information from inet.detik.com without altering the facts of the original article.






