Pasar kacamata pintar yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) tengah mengalami lonjakan minat yang signifikan. Sebuah analisis dari Smart Analytics Global (SAG) memproyeksikan bahwa kehadiran terbaru dari Google berpotensi besar untuk mengusik kepemimpinan Meta di ranah teknologi yang sedang berkembang pesat ini.
Dalam upaya ambisiusnya, Google dilaporkan tengah mengembangkan perangkat kacamata pintar yang beroperasi di bawah platform Android XR. Untuk memastikan kualitas perangkat keras yang optimal, raksasa teknologi ini menggandeng Samsung sebagai mitra strategis dalam pengadaan komponen esensial. Sementara itu, untuk kekuatan pemrosesan cerdasnya, kacamata pintar ini akan diperkuat oleh teknologi AI canggih dari Gemini.
Proyeksi dari SAG menunjukkan bahwa Google memiliki potensi untuk menjual hingga 2 juta unit kacamata pintarnya pada tahun 2026. Angka target penjualan ini diprediksi akan menjadi tantangan serius bagi posisi Meta yang saat ini mendominasi pasar global. Sebagai gambaran, Meta membutuhkan waktu hingga akhir tahun 2024 untuk mencapai angka penjualan 2 juta unit perdana mereka. Meskipun Meta diperkirakan akan tetap memimpin pasar dengan target 7 juta unit pada tahun 2025, manuver agresif Google melalui ekosistem Android XR dinilai memiliki potensi dampak yang sangat besar.
Jika prediksi ini terwujud sesuai harapan, Google diproyeksikan akan langsung merangsek ke posisi kedua dalam daftar produsen kacamata pintar AI terkemuka di dunia. Keberhasilan ini akan secara signifikan menggeser pemain-pemain besar lainnya yang telah lebih dulu hadir di pasar, seperti Xiaomi, Huawei, dan Rokid.
Salah satu kunci strategi Google untuk memenangkan hati konsumen adalah dengan menempatkan faktor estetika sebagai prioritas utama. Demi menciptakan kacamata pintar dengan desain yang tidak hanya fungsional tetapi juga modis, Google menjalin kemitraan strategis dengan dua nama besar di industri kacamata: Warby Parker dan Gentle Monster. Kemitraan ini diharapkan dapat menghadirkan perangkat yang sesuai dengan selera mode konsumen.
Laporan dari SAG, seperti yang dikutip oleh Android Authority, menguraikan peran krusial dari kedua mitra tersebut dalam mendukung upaya ekspansi produk Google di pasar kacamata pintar. Menurut SAG, Warby Parker dipandang sebagai pemain yang memiliki fokus pada volume penjualan dan kemudahan akses bagi konsumen, didukung oleh jaringan ritelnya yang luas di Amerika Serikat dan Kanada.
Sementara itu, Gentle Monster akan memainkan peran yang berbeda, yaitu menyasar segmen pasar yang lebih spesifik dan premium. Merek kacamata global yang dikenal dengan gayanya yang trendi dan premium ini akan membantu Google menjangkau konsumen di Asia dan kota-kota mode utama di Eropa.
Strategi ganda yang menggabungkan kapabilitas teknologi tingkat tinggi dengan sentuhan gaya hidup ini diharapkan menjadi daya tarik utama bagi para pengguna. Konsumen akan dimungkinkan untuk tetap terhubung dengan kemajuan teknologi AI tanpa harus mengorbankan penampilan sehari-hari mereka.
Meskipun Google diketahui tengah menyiapkan varian kacamata XR yang dilengkapi dengan layar terintegrasi langsung pada lensa, data pasar justru menunjukkan tren yang berbeda. Varian yang berfokus pada aspek audio diprediksi akan mendominasi pasar, dengan perkiraan pangsa pasar mencapai 91 persen pada tahun 2026.
Permintaan yang tinggi terhadap kacamata pintar model audio ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor. Pertama, perangkat ini cenderung memiliki bobot yang lebih ringan, sehingga lebih nyaman dikenakan dalam jangka waktu lama. Kedua, model audio umumnya menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan varian yang dilengkapi layar. Terakhir, model audio juga dinilai lebih minim risiko terkait isu privasi yang mungkin timbul di ruang publik, mengingat tidak adanya elemen visual yang terekam secara langsung.
Secara keseluruhan, industri kacamata pintar global diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan pesat. Pengiriman unit kacamata pintar secara global diperkirakan akan melonjak hingga 15 juta unit pada tahun 2026. Angka ini menunjukkan lonjakan yang signifikan, yaitu pertumbuhan sebesar 85 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Pergerakan Google ini menandakan persaingan yang semakin memanas di sektor teknologi wearable yang inovatif ini.






