49,7 Juta Penduduk Indonesia Belum Tersentuh Layanan Perbankan

Sahrul

Jumlah masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses ke layanan perbankan atau unbanked masih tergolong tinggi. Data terbaru menyebutkan sekitar 49,7 juta penduduk Indonesia belum tersentuh layanan keuangan formal, menjadi tantangan serius dalam mendorong inklusi keuangan nasional.

Meski angka tersebut menunjukkan penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya, jumlahnya tetap signifikan dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi unbanked terbesar di dunia.

Tren Penurunan, Tapi Masih Besar

Jika melihat data historis, jumlah unbanked di Indonesia sempat jauh lebih tinggi. Berdasarkan data World Bank, pada 2021 jumlahnya mencapai sekitar 97,74 juta orang dewasa atau sekitar 48% populasi dewasa.

Namun, berbagai upaya pemerintah dan industri keuangan mulai menunjukkan hasil. Data terbaru menunjukkan jumlah tersebut terus menurun, termasuk pada kelompok usia produktif yang tercatat sekitar 15,3 juta orang pada 2025.

Meski begitu, jika dihitung secara keseluruhan populasi, angka puluhan juta masyarakat unbanked masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Apa Itu Unbanked?

Unbanked merujuk pada individu yang belum memiliki rekening di lembaga keuangan formal seperti bank. Artinya, mereka tidak memiliki akses ke layanan dasar seperti tabungan, kredit, maupun transaksi digital.

Kondisi ini membuat masyarakat cenderung menyimpan uang secara tunai dan sulit mengakses pembiayaan resmi. Dampaknya, peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi menjadi terbatas.

Penyebab Utama Masih Tingginya Unbanked

Tingginya jumlah masyarakat yang belum terakses layanan perbankan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan, sehingga tidak semua wilayah memiliki akses mudah ke kantor bank.

Selain itu, tingkat literasi keuangan yang belum merata juga menjadi kendala. Banyak masyarakat yang belum memahami manfaat memiliki rekening bank atau cara menggunakan layanan keuangan.

Faktor lainnya adalah keterbatasan dokumen administrasi serta rendahnya tingkat kepercayaan terhadap lembaga keuangan formal.

Dampak terhadap Perekonomian

Besarnya jumlah unbanked tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga terhadap perekonomian nasional. Minimnya akses keuangan membuat perputaran uang tidak optimal dan menghambat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Selain itu, masyarakat unbanked lebih rentan terhadap praktik keuangan informal yang berisiko, seperti pinjaman ilegal dengan bunga tinggi.

Padahal, akses ke layanan keuangan formal dapat membantu masyarakat mengelola keuangan dengan lebih baik, menabung, hingga mendapatkan pembiayaan usaha.

Peran Teknologi Dorong Inklusi Keuangan

Di tengah tantangan tersebut, perkembangan teknologi finansial (fintech) menjadi salah satu solusi utama. Kehadiran layanan keuangan digital mempermudah masyarakat untuk membuka rekening tanpa harus datang ke kantor cabang.

Selain itu, sistem pembayaran digital seperti QR code dan dompet elektronik juga memperluas akses keuangan, bahkan di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau layanan perbankan konvensional.

Pemerintah bersama lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga terus mendorong program literasi dan inklusi keuangan.

Target Penurunan di Masa Depan

Berbagai pihak menargetkan jumlah masyarakat unbanked terus menurun dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu targetnya adalah menekan angka tersebut hingga di bawah 13 juta untuk kelompok usia produktif dalam waktu dekat.

Upaya ini dilakukan melalui edukasi keuangan, perluasan akses digital, hingga kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk fintech dan perbankan.

Inklusi Keuangan Jadi Kunci

Ke depan, peningkatan inklusi keuangan menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki akses ke layanan perbankan, diharapkan kesejahteraan juga ikut meningkat.

Meski angka 49,7 juta masih tergolong besar, tren penurunan yang terjadi memberikan harapan bahwa akses keuangan di Indonesia akan semakin inklusif di masa mendatang.

Also Read

Tags

Leave a Comment